SETOR DAURI

Santri di bagi beberapa kelompok, minimal satu kelompoknya 6-12 orang, kemudian santri berjajar panjang dan setiap santri harus memperdengarkan bacannya kemudian ditashih oleh ustadznya baru dihafalkan secara bergantian.

AGENDA TASMI 10-30 JUZ

Agenda tasmi ini bertahap dari 5 juz terlebih dahulu, 10 juz hingga 30 juz. sedangkan agenda tasmi harian yakni 1 juz tujuannya agar hafalannya mengalir seperti alfatihah

PROGRAM WEEKEND QURANI

Program weekend qurani ini dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni sabtu - minggu. dengan menu kegiatan ziyadah, murojaah, setor hafalan, tahadjud 2-3 juz, muhadloroh dan taujih dari para musyrif GRQ

HAFLAH PONDOK TAHFIZH GRQ

Kegiatan haflah ini di laksanakan ketika santri sudah menyelesaikan hafalannya 30 juz, dalam acara tersebut santri harus menyetorkan hafalan terakhirnya kepada musyrif di depan jamaah dan santri lainnya.

PHOTO BERSAMA

PESERTA TASMI' AKHWAT PADA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GENERASI RABBANI QURANI

PROGRAM IFTHOR SENIN KAMIS PONDOK TAHFIZH GRQ

Bismillah Alhamdulillah yg dgn nikmatnya sempurnalah segala kebaikan. Mari kita raih pahala yg luar biasa ... pahala amal sholeh dgn memberikan ifthor utk para penghafal quran. Semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan Rasulullah saw : "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. " HR Ibnu Hibban no 1736 . Shohih

Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Friday, March 31, 2017

Progres Santri Tahfizh Beasiswa 30 JUZ GRQ / Per 31 Maret 17


Asslamu'alaikum Progres Santri Tahfizh Beasiswa 30 JUZ GRQ / Per 31 Maret 17 :
AKHWAT :
Hilmi Khatam , Intan 25 j, Farhah : 22 j, Ines 20 j, Silmi , Ai erni 17 j, Ai Jaminah,zafiro 16 j, Afnan 14 j, Hani F, lisa Fauziyah 12 j, Zulfa 13 J,Tuti Pitriani 12 j, Afifah 11j , Rani R, Bunga,Ratu Anisa, Intan Nur Anisa 10 j, Najma 8 j, Lina 7 j,Gina 6 j, Risma 5 J, Giara, Afifah Q 3 J, Upi , Lutfiyah , Hukma , Risalah : 2 juz, Karima : 1juz 12 hal, Maryam: 1 juz,
IIKHWAN
Agus 29J, Rizki M 29 j, triadi 25 j, ,Hasby 25 j ,azzam, Hakim 20 j, Qomarudin, Andrinugraha 18 j, Handzolah, Wafiq 15 ,Dzikri , Luthfi 13 j, Dzunun, Rivan 11 j, Kuncoro 10 j, Risnandi, Hadi , abdul khalik 9.5 j, Anugrah, Agra Sabirin, Hanif Rabbani, Suryadi 5 j, Abdul Ramdhan, umar 3 j. M Ibrohim 2 J Sahal 1 J,
Yang sudah Khotam 33 Orang. kami sampaikan trimakasih yang takterhingga atas infak / shodakoh / Zakat yang Bpk/ibu Salurkan u membantu MENCETAK PENGHAPAL QURAN, Smoga Alloh membalas dengan Rizki yang berkah, dimudahkan urusannya, ampunan dan rohmah, Amin. Barang siapa yang mempersiapkan pejuang , maka sungguh dia termasuk yang berjuang pula ( HR Bukhori ).
DONASI TAHFIZH
Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532

Wednesday, March 22, 2017

BERDO'ALAH ( semoga Allah mengabulkannya ) Aamiin


Ya Allah, biasakan lisan ini dengan menyebut namaMu dan mengagungkannya dalam setiap langkahku

Ya Allah, tetapkan jalan hamba sebagai jalan kebaikan dan jalan silaturrahmi untuk orang2 yang hamba sayangi

Ya Allah, ampuni aku atas segala dosa yang telah aku perbuat

Ya allah, bekali hati ini dengan memperbanyak amal dan perbuatan baik

Ya Allah, berikan hamba pertolongan. jangan Kau biarkan hamba terjerumus pada masalah yang sulit

Ya Allah, terimakasih karena Kau telah memberikan orangtua yang sangat baik. sayangi dan lindungi mereka dari aktifitasnya

Ya Allah, pertemukan hamba dengan orang2 yang mencintaiMu di Surga nanti. berikan hamba petunjuk untuk mewujudkannya

Ya Robb, tenangkan pikiran hamba, jangan Kau biarkan hamba berada dalam pilihan yang selalu sulit

Ya Allah, ampuni segala kesalahan hamba. Berikan hamba ketulusan mencinta dan kasih sayang yang tulus terhadap sesama

Ya Allah, lindungi orang tua hamba dari beban berat yang hinggap di pundaknya. Keluarkanlah ia dari masalah yang dihadapinya

Ya Allah, hiaskan selalu senyum di bibirku, terangi jalanku, dan jernihkan hati dan pikiranku untuk menghadapi hari depan yg lebih baik

Ya Allah, lapangkanlah hatiku, agar aku dapat melanjutkan kehidupan ini dengan damai dan saling memuliakan

Ya Allah, jadikan hamba pribadi yang selalu bersyukur atas apapun yang hamba terima hari ini, esok, dan hari-hari yang lain

Ya Allah, terimalah sholahku, sujudku, ruku'ku, do'aku, agar aku menjadi orang yang lebih baik

Ya Allah, ampunilah dosa kami.. dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di SurgaMu.

Berkahi hari jumat ini dengan RahmatMu Ya Allah. Ridhoi setiap langkahku sebagai amal perbuatanku

Permudahlah hati hamba untuk menaati perintahMu dengan tulus ya Allah,bukan karena takut akan sisksaMu.. Aminn Ya Rabbal Alamin..

Salam GRQ FAMILY
***
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532

Wednesday, March 15, 2017

NASIHAT BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN



๐Ÿ‡ณ‌๐Ÿ‡ฆ‌๐Ÿ‡ธ‌๐Ÿ‡ช‌๐Ÿ‡ญ‌๐Ÿ‡ฆ‌๐Ÿ‡น ‌
BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN

Allah Ta'ala berfirman :

ุญَุชَّู‰ ุฅَุฐَุง ุจَู„َุบَ ุฃَุดُุฏَّู‡ُ ูˆَุจَู„َุบَ ุฃَุฑْุจَุนِูŠْู†َ ุณَู†َุฉً ู‚َุงู„َ ุฑَุจِّ ุฃَูˆْุฒِุนْู†ِู‰ ุฃَู†ْ ุฃَุดْูƒُุฑَ ู†ِุนْู…َุชَูƒَ ุงู„َّุชِู‰ ุฃَู†ْุนَู…ْุชَ ุนَู„َูŠَّ ูˆَุนَู„َู‰ ูˆَุงู„ِุฏَูŠَّ ูˆَุฃَู†ْ ุฃَุนْู…َู„َ ุตَุงู„ِุญًุง ุชَุฑْุถَุงู‡ُ ูˆَุฃَุตْู„ِุญْ ู„ِู‰ ูِู‰ ุฐُุฑِّูŠَّุชِู‰ ุฅِู†ِّู‰ ุชُุจْุชُ ุฅِู„َูŠْูƒَ ูˆَุฅِู†ِّู‰ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُุณْู„ِู…ِูŠْู†َ

"...Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim"
(QS. Al-Ahqaf [46] : 15).

Bila Usia 40 Tahun,
* Maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya...

Bila Usia 40 Tahun,
* Maka hendaknya manusia memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur...

Bila Usia 40 Tahun,
 * Maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Banyak yang mulai menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada juga minatnya terhadap agama, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia...

Bila Usia 40 Tahun,
 * Maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat...

Bila Usia 40 Tahun,
* Jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina, atau  menghabiskankan waktu yg tidak ada manfaatnya untuk akherat bahkan berdosa (seperti musik-2 yg melalaikan kpd Allah, banyak  bercanda yg  kadang dibumbui kebohongan, dll),  maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut...

Bila Usia 40 Tahun,
* Maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna...

Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :

"Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bagus dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, Maka _hendaklah ia bersiap-siap ke Neraka"

Imam Malik rahimahullah berkata :

"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)"
(At-Tadzkiroh hal 149).

Imam asy-Syafi’i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat.
Jika ditanya, maka beliau menjawab :

"Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir.
Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar.
Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar.
Komitmenku sekarang seperti itu juga.
- Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia.
- Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia.
- Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku.
Di antara aku dan dia ada Allah"

Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :

"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun,
ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya"_
(Ihya Ulumiddin IV/410).

Wahai Saudaraku, bagaimanakah dgn dirimu ❔

Yaa Allah..Yaa Robby.
- Berilah keberkahan dalam kehidupan kami..
- Keberkahan dlm Ilmu kami..
- Keberkahan dlm Ibadah kami...
- Keberkahan dlm Agama kami
- Keberkahan dlm Rumah tangga kami
- Keberkahan dlm Pekerjaan & Rezki kami..
Aamiinุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

Sumber Whatsapp : Maryam

Tuesday, March 14, 2017

10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP MENYENANGKAN



1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.

2. Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.

3. Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?

4. Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Terseyumlah.

5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.

6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.

7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.

8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yang disebut: Dikengenin ayat.

9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.

10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.

Deden Muhammad Makhyaruddin
@DedenMM : www.grqtahfizh.com

11 LANGKAH AGAR MUDAH DAN CEPAT MENGHAFAL AL-QURAN



1. Ikhlas dalam belajar dan mengajar Al-Quran. Allah berfirman [ูˆู…ุง ุฃู…ุฑูˆุง ุฅู„ุง ู„ูŠุนุจุฏูˆุง ุงู„ู„ู‡ ู…ุฎู„ุตูŠู† ู„ู‡ุงู„ุฏูŠู† ]. Nabi bersabda: [ ุฅู†ู…ุง ุงู„ุฃุนู…ุงู„ ุจุงู„ู†ูŠุงุช]. Di samping itu, pelajar harus menumbuhkan motivasi keimanan dan keinginan kuat untuk menghafal Al-Quran.
2. Menghafal di waktu kecil itu lebih baik. Pepatah Arab menyatakan: [ ุงู„ุญูุธ ููŠ ุงู„ุตุบุฑ ูƒุงู„ู†ู‚ุด ููŠ ุงู„ุญุฌุฑ] Menghafal di waktu kecil bagi mengukir di batu.
3. Memilih tempat dan waktu menghafal.
4. Bacaan harus baik dan tartil sesuai aturan ilmu tajwid. Allah berfirman [ูˆุฑุชู„ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุชุฑุชูŠู„ุง]. Bacaan Al-Quran yang baik dan benar harus didahulukan dari menghafal.
5. Mushaf (cetakan kitab Al-Quran) cukup satu saja. Jangan pindah-pindah. Dan pilihlah mushaf yang ayatnya berakhir di akhir halaman agar supaya bisa berkesan di ingatan kita saat proses penghafalan
6. Menghubungkan antara makna satu ayat dengan ayat lainnya akan membuat lebih melekat hafalannya. Pemahaman yang menyeluruh menjadi jalan untuk hafal secara sempurna, sedang pengulangan akan melindungi hafalan baru agar menetap dan tidak hilang.
7. Menghafal setiap hari dan teratur itu lebih baik daripada menghafal secara terputus-putus. Sedangkan hafalan dengan cara lambat an terarah itu lebih utama daripada hafalan secara cepat. Fokus pada ayat-ayat yang mirip akan menghilangkan kebingunan dalam menghafal.
8. Jalin hubungan baik dengan guru pengajar atau pembimbing.
9. Barengi hafalan dan bacaan dengan amal perbuatan. Komitmen meninggalkan maksiat dan mengamalkan ketaatan pada Allah.
10. Pentingnya muroja’ah (pengulangan) secara terus menerus pada ayat yang sudah dihafal.
11. Memohon pada Allah dengan doa dan memohon pertolongan pada-Nya adalah sangat penting dalam menghafal Al-Quran.

Bagaimana menurut Anda?




Sumber: http://www.alkhoirot.com/








Pengertian Tahfidz quran



Tahfidz Al-Qur’an terdiri dari dua kata yaitu tahfidz dan Al-Qur’an. Kata tahfidz merupakan bentuk masdar ghoir mim dari kata ุญَูَّุธَ – ูŠُุญَูِّุธُ - ุชَุญْูِูŠْุธًุง yang mempunyai arti menghafalkan. Sedangkan menurut Abdul Aziz Abdul Rauf definisi tahfidz atau menghafal adalah proses mengulang sesuatu, baik dengan membaca atau mendengar. Pekerjaan apapun jika sering diulang, pasti menjadi hafal.
 Pengertian Al-Quran

sedangkan pengertian al-quran secara etimologi dan terminologi 

1.Pengertian Etimologi (bahasa).
Secara bahasa Al-Quran berasal dari bahasa Arab , yaitu qaraa-yaqrau-quraanan yang berarti bacaan. Hal itu dijelaskan sendiri oleh Al-Quran dalam Surah Al-Qiyamah ayat 17-18

Artinya : Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. QS. Al-Qiyamaah 17-18

2.Pengertian Al-Quran Terminologi (istilah).
  Sedangkan secara terminologi Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai mukjizat yang tertulis dalam lembaran-lembaran, yang diriwayatkan secara mutawattir, dan membacanya merupakan ibadah.
tetapi banyak ulama yang mendefinisikan pengertian al-quran secara terminologi
diantaranya :
a.       Menurut Manna’ Al-Qhattan :
ูƒَู„َุงู…ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ู…ُู†َุฒًّู„ُ ุนَู„َูŠ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุตَู„َّูŠ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุงَู„ْู…ُุชَุนَุจَุฏُ ุจِุชِู„َุงูˆَุชِู‡ِ

Artinya : kitab Allah yang diturnkan kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang membacanya memperoleh pahala.

b.      Menurut Al-Jurjani :
ู‡ُูˆَ ุงَู„ْู…ُู†َุฒَّู„ُ ุนَู„َู‰ ุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุงู„ู…َูƒْุชُูˆุจِ ูِู‰ ุงู„ْู…َุตَุงุญِูِ ุงَู„ْู…َู†ْู‚ُูˆู„ُ ุนَู†ْู‡ُ ู†َู‚ْู„ًุง ู…ُุชَูˆَุงุชِุฑًุง ุจِู„َุง ุดُุจْู‡َุฉٍ

Artinya : yang diturunkan kepada Rasulullah SAW., ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan secara mutawattir tanpa keraguan.

c.       Menurut kalangan pakar ushul fiqh, fiqh, dan bahasa Arab :
ูƒَู„َุงู…ُ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ู…ُู†َุฒَّู„ُ ุนَู„َู‰ ู†َุจِูŠِّู‡ِ ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุต.ู… ุงَู„ْู…ُุนْุฌِุฒِ ุงَู„ْู…ُุชَุนَุจَّุฏُ ุจِุชِู„َุงูˆَุชِู‡ِ ุงَู„ْู…َู†ْู‚ُูˆู„ُ ุจِุงู„ุชَّูˆَุงุชُุฑِ ุงَู„ْู…َูƒْุชُูˆุจِ ูِู‰ ุงَู„ْู…َุตَุงุญِูِ ู…ِู†ْ ุงَูˆَّู„ِ ุณُูˆْุฑَุฉٍ ุงَู„ْูَุงุชِุญَุฉِ ุงِู„َู‰ ุณُูˆุฑَุฉٍ ุงู„ู†َّุงุณِ

Artinya : kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-Nya, Muhammad. Lafadz-lafadznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai ibadah, diturunkan secara mutawattir, dan ditulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-Fatihah sampai pada surat An-Nass.

Dari pengertian diatas, ada beberapa bagian yang unsur penting, yaitu :

1.      Al-Quran adalah firman Allah.
Artinya : ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). QS. An-Najm 4 )

Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Quran adalah wahyu (bisikan dalam sukma  dan isyarat yang cepat yang bersifat rahasia disampaikan oleh Allah kepada Nabi dan Rasul) yang diturunkan oleh Alla kepada nabi Muhammad SAW.

2.      Al-Quran adalah mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Tak satu pun jin dan manusia yang dapat menandinginya, meskipun mereka berkerjasama.
Artinya : Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". QS. AL-ISRAA 88

3.      Al-Quran disampaikan
secara mutawatir.
Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al-Hijr 9)
Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Quran selama-lamanya.

4.      Membaca Al-Quran bernilai ibadah.
Nabi bersabda: “Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf dan satu kebaikan nilainya 10 kali lipat” (Al-Hadist).

5.      Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril.
Artinya : Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". QS. An-Nahl 102


Setelah melihat pengertian tahfidz/menghafal dan Al-Qur’an diatas dapat disimpulkan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah suatu proses untuk memelihara, menjaga dan melestarikan kemurnian Al-Qur’an yang diturunkan kepada Rasulullah Saw. diluar kepala agar tidak terjadi perubahan dan pemalsuan serta dapat menjaga dari kelupaan baik secara keseluruhan ataupun sebagiannya.

semoga artikel yang sederhana ini bisa bermanfaat untuk semua
dan sebagai tambahan ilmu untuk kita semua Aamiin ....
kalau anda suka silakan like artikel ini anda juga bisa berbagi dengan
rekan-rekan anda melalui media sosial dibawah wassalam . . .

Monday, March 13, 2017

Adab Membaca Al-Quran



Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan
Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an  memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Ta’ala. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:
1. Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.
Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, “Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.” (At-Tibyan, hal. 58-59)
2. Membacanya dengan pelan (tartil) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.
Rosululloh bersabda, “Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.” (HR. Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)
Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR. Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.
3. Membaca Al-Qur’an dengan khusyu’, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.
Alloh Ta’ala menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, “Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.
4. Membaguskan suara ketika membacanya.
Sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, “Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang makhroj hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.
5. Membaca Al-Qur’an dimulai dengan isti’adzah.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)
Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara khusyu’.
Rosululloh shollallohu ‘alaihiwasallam bersabda, “Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). Wallohu a’lam.

***