SETOR DAURI

Santri di bagi beberapa kelompok, minimal satu kelompoknya 6-12 orang, kemudian santri berjajar panjang dan setiap santri harus memperdengarkan bacannya kemudian ditashih oleh ustadznya baru dihafalkan secara bergantian.

AGENDA TASMI 10-30 JUZ

Agenda tasmi ini bertahap dari 5 juz terlebih dahulu, 10 juz hingga 30 juz. sedangkan agenda tasmi harian yakni 1 juz tujuannya agar hafalannya mengalir seperti alfatihah

PROGRAM WEEKEND QURANI

Program weekend qurani ini dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni sabtu - minggu. dengan menu kegiatan ziyadah, murojaah, setor hafalan, tahadjud 2-3 juz, muhadloroh dan taujih dari para musyrif GRQ

HAFLAH PONDOK TAHFIZH GRQ

Kegiatan haflah ini di laksanakan ketika santri sudah menyelesaikan hafalannya 30 juz, dalam acara tersebut santri harus menyetorkan hafalan terakhirnya kepada musyrif di depan jamaah dan santri lainnya.

PHOTO BERSAMA

PESERTA TASMI' AKHWAT PADA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GENERASI RABBANI QURANI

PROGRAM IFTHOR SENIN KAMIS PONDOK TAHFIZH GRQ

Bismillah Alhamdulillah yg dgn nikmatnya sempurnalah segala kebaikan. Mari kita raih pahala yg luar biasa ... pahala amal sholeh dgn memberikan ifthor utk para penghafal quran. Semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan Rasulullah saw : "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. " HR Ibnu Hibban no 1736 . Shohih

Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Friday, February 24, 2017

DAHSYATNYA SEDEKAH DI HARI JUMAT


Hari Jumat merupakan hari yang paling utama dari semua hari dalam sepekan. Dia adalah hari yang penuh barakah. Alloh Ta’ala mengkhususkan hari Jum’at ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari ummat-ummat terdahulu.

Dari Salamah dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. bersabda:“Hari terbaik yang terbit padanya matahari adalah hari Jum’at. Sebab pada hari itu Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam as. Dia memasukkan Adam ke surga, pada hari itu ia diturunkan ke bumi, dan pada hari itu terjadi kiamat serta pada hari itu terdapat satu masa dimana tidak seorangpun berdo’a kecuali Dia akan mengabulkan do’a itu. “(HR. Muslim)

Oleh karena itulah, Nabi saw sangat mengagungkan, mengistimewakan, serta memuliakan hari jumat di banding hari lainnya. Beliau banyak melakukan berbagai macam ibadah di hari itu. Banyak sekali keutamaan dan keistimewaan yang ada di hari jumat di antaranya adalah bersedekah.

Ibnul Qayyim berkata: “Sedekah di hari Jum’at dibanding dengan sedekah di hari lain adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan sedekah di bulan-bulan selainnya”.

Hari Jumat adalah hari dimana sedekah berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda : “Pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jumat.”
Sedekah pada hari Jum’at lebih baik daripada sedekah di hari lainnya. Ibnu Taimiyah jika keluar menuju Jum’at beliau bawa apa yang ada di rumahnya lalu beliau sedekahkan dalam perjalanannya menuju masjid secara sembunyi-sembunyi”.

DONASI TAHFIZH
Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532

Tuesday, February 14, 2017

Rahasia di Balik Sakit



Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit,kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa
Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

Monday, February 13, 2017

Persahabatan Dalam Islam

Foto Generasi Rabbani Qurani.
Secara umum, orang merasa senang dengan banyak teman. Manusia memang tidak bisa hidup sendiri, sehingga disebut sebagai makhluk sosial. Tetapi itu bukan berarti, bahwa seseorang boleh semaunya bergaul dengan sembarang orang menurut selera nafsunya. Sebab, teman adalah personifikasi diri. Manusia selalu memilih teman yang mirip dengannya dalam hobi, kecenderungan, pandangan, pemikiran. Karena itu, Islam memberi batasan-batasan yang jelas dalam soal pertemanan.
Teman memiliki pengaruh yang besar sekali. Rasulullah bersabda, Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
Makna hadits di atas adalah seseorang akan berbicara dan berperilaku seperti kebiasaan kawannya. Karena itu beliau Shalallaahu alaihi wasalam mengingatkan agar kita cermat dalam memilih teman. Kita harus kenali kualitas beragama dan akhlak kawan kita. Bila ia seorang yang shalih, ia boleh kita temani. Sebaliknya, bila ia seorang yang buruk akhlaknya dan suka melanggar ajaran agama, kita harus menjauhinya.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Jangan berteman, kecuali dengan orang mukmin, dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Ahmad dihasankan oleh al-Albani)
Termasuk dalam larangan di atas adalah berteman dengan pelaku dosa-dosa besar dan ahli maksiat, lebih-lebih berteman dengan orang-orang kafir dan munafik.
Khathabi berkata, “Yang dimaksud dengan jangan memakan makananmu, kecuali orang yang bertakwa adalah dengan cara mengundang mereka dalam suatu jamuan makan. Sebab jamuan makan bisa melahirkan rasa kasih sayang dan cinta di antara yang hadir”. Adapun makanan yang memang dibutuhkan oleh mereka, maka tidak apa-apa diberikan.
Allah berfirman, artinya, Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS. Al-Insan: 8).

Dan yang ditawan bisa saja adalah orang-orang kafir.
Demikian juga dalam pergaulan yang sifatnya umum seperti bertetangga, jual beli dan sebagainya, maka hukumnya masuk dalam hukum muamalah, di mana kita boleh bermuamalah dengan siapa saja, muslim maupun non muslim.
Persahabatan yang paling agung adalah persahabatan yang dijalin di jalan Allah dan karena Allah, bukan untuk mendapatkan manfaat dunia, materi, jabatan atau sejenisnya. Persahabatan yang dijalin untuk saling mendapatkan keuntungan duniawi sifatnya sangat sementara. Bila keuntungan tersebut telah sirna, maka persahabatan pun putus.
Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, tidak ada tujuan apa pun dalam persahabatan mereka, selain untuk mendapatkan ridha Allah. Orang yang semacam inilah yang kelak pada Hari Kiamat akan mendapat janji Allah.
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Sesungguhnya Allah pada Hari Kiamat berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali perlindungan-Ku.” (HR. Muslim)
Dari Mu’adz bin Jabal berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, “Wajib untuk mendapatkan kecintaan-Ku orang-orang yang saling mencintai karena Aku dan yang saling berkunjung karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Ahmad).
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam hadits Abu Hurairah, diceritakan, “Dahulu ada seorang laki-laki yang berkunjung kepada saudara (temannya) di desa lain. Lalu ditanyakan kepadanya, ‘Ke mana anda hendak pergi? Saya akan mengunjungi teman saya di desa ini’, jawabnya, ‘Adakah suatu kenikmatan yang anda harap darinya?’ ‘Tidak ada, selain bahwa saya mencintainya karena Allah Azza wa Jalla’, jawabnya. Maka orang yang bertanya ini mengaku, “Sesungguhnya saya ini adalah utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwasanya Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau telah mencintai temanmu karena Dia.” 
Anas Radhiallaahu anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang ini berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad).
Hal yang harus diperhatikan oleh orang yang saling mencintai karena Allah adalah untuk terus melakukan evaluasi diri dari waktu ke waktu. Adakah sesuatu yang mengotori kecintaan tersebut dari berbagai kepentingan duniawi?
Paling tidak, saat bertemu dengan teman hendaknya kita selalu dalam keadaan wajah berseri-seri dan menyungging senyum. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Jangan sepelekan kebaikan sekecil apapun, meski hanya dengan menjumpai saudaramu dengan wajah berseri-seri.” (HR. Muslim dan Tirmidzi).
Dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Radhiallaahu anha disebutkan, bahwasanya Allah mencintai kelemah-lembutan dalam segala sesuatu.” (HR. al-Bukhari).

Dalam hadis lain riwayat Muslim disebutkan “Bahwa Allah itu Maha Lemah-Lembut, senang kepada kelembut-an. Ia memberikan kepada kelembutan sesuatu yang tidak diberikan-Nya kepada kekerasan, juga tidak diberikan kepada selainnya.”
Termasuk yang membantu langgengnya cinta dan kasih sayang adalah saling memberi hadiah di antara sesama teman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,
“Saling berjabat tanganlah kalian, niscaya akan hilang kedengkian. Saling memberi hadiah lah kalian, niscaya kalian saling mencintai dan hilang (dari kalian) kebencian.” (HR. Imam Malik).
Dalam Islam, prinsip menolong teman adalah bukan berdasar permintaan dan keinginan hawa nafsu teman. Tetapi prinsip menolong teman adalah keinginan untuk menunjukkan dan memberi kebaikan, menjelaskan kebenaran dan tidak menipu serta berbasa-basi dengan mereka dalam urusan agama Allah. Termasuk di dalamnya adalah amar ma’ruf nahi mungkar, meskipun bertentangan dengan keinginan teman.
Adapun mengikuti kemauan teman yang keliru dengan alasan solidaritas, atau berbasa-basi dengan mereka atas nama persahabatan, supaya mereka tidak lari dan meninggalkan kita, maka yang demikian ini bukanlah tuntunan Islam.
Salah satu sifat utama penebar kedamaian dan perekat ikatan persaudaraan adalah lapang dada. Orang yang berlapang dada adalah orang yang pandai memahami berbagai keadaan dan sikap orang lain, baik yang menyenangkan maupun yang menjengkelkan. Ia tidak membalas kejahatan dan kezhaliman dengan kejahatan dan kezhaliman yang sejenis, juga tidak iri dan dengki kepada orang lain. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Seorang mukmin itu tidak punya siasat untuk kejahatan dan selalu (berakhlak) mulia, sedang orang yang fajir (tukang maksiat) adalah orang yang bersiasat untuk kejahatan dan buruk akhlaknya.” (HR. HR. Tirmidzi, Al-Albani berkata “hasan”
Karena itu Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajarkan agar kita berdo’a dengan: “Dan lucutilah kedengkian dalam hatiku.” (HR. Abu Daud)
Termasuk bumbu pergaulan dan persaudaraan adalah berbaik sangka kepada sesama teman, yaitu selalu berfikir positif dan memaknai setiap sikap dan ucapan orang lain dengan persepsi dan gambaran yang baik, tidak ditafsirkan negatif. Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Jauhilah oleh kalian berburuk sangka, karena buruk sangka adalah pembicaraan yang paling dusta” (HR.Bukhari dan Muslim). Menurut penjelasan Ulama apa yang dimaksud dengan berburuk sangka di sini adalah dugaan yang tanpa dasar.
Setiap orang punya rahasia. Biasa-nya, rahasia itu disampaikan kepada teman terdekat atau yang dipercayainya. Anas Radhiallaahu anhu pernah diberi tahu tentang suatu rahasia oleh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Anas Radhiallaahu anhu berkata, ” Nabi Shalallaahu alaihi wasalam merahasiakan kepadaku suatu rahasia. Saya tidak menceritakan tentang rahasia itu kepada seorang pun setelah beliau (wafat). Ummu Sulaim pernah menanyakannya, tetapi aku tidak memberitahukannya.” (HR. Al-Bukhari).
Teman dan saudara sejati adalah teman yang bisa menjaga rahasia temannya. Orang yang membeberkan rahasia temannya adalah seorang pengkhianat terhadap amanat. Berkhianat terhadap amanat adalah termasuk salah satu sifat orang munafik.

Persahabatan yang dijalin karena kepentingan duniawi tidak mungkin bisa langgeng. Bila manfaat duniawi sudah tidak diperoleh biasanya mereka dengan sendirinya berpisah bahkan mungkin saling bermusuhan. Berbeda dengan persahabatan yang dijalin karena Allah, mereka akan menjadi saudara yang saling mengasihi dan saling membantu, dan persaudaraan itu tetap akan berlanjut hingga di negeri Akhirat. Allah berfirman, artinya, “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)
“Ya Allah, anugerahilah kami hati yang bisa mencintai teman-teman kami hanya karena mengharap keridhaan-Mu. Amin. (Ibnu Umar)
Sumber : https://dimazpancairawan.wordpress.com/2010/12/20/persahabatan-dalam-islam/

Documentasi Rihlah Quraniyah Pondok Tahfizh GRQ


Foto Generasi Rabbani Qurani.

Alhamdulillah Rihlah Quraniyah Pondok Tahfizh Generasi Rabbani Qurani ke kepulauan seribu ( pulau Tidung ) sudah Berakhir dengan berbagai aktivitas kequranan-nya, ( tahajud berjamaah 1 juz, Infirodi 1 juz, Tilawah Khatam 30 Juz , muhasabah Qurani dan do'a untuk kemenangan kaum muslimin )

Foto Generasi Rabbani Qurani.

Setelah Rihlah ini seluruh santri Pondok Tahfizh GRQ akan mengisi liburan semester di rumah masing dengan mengisi kegiatan qurannya di mulai tanggal 11- 19 Februari 2017 - InsyaAllah Masuk kembali dan beraktivitas di pondokGRQ pada Hari Senin 20 Februari 2017 .
Foto Generasi Rabbani Qurani.

kami ucapkan Jazakumullohu khairan Katsiran kepada siapapun yang telah berkontribusi untuk mencetak para huffaz Program Tahfizh 30 Juz GRQ semoga Alloh membalas dgn pahala yang berlipat ganda Aamiin
Foto Generasi Rabbani Qurani.

00Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532

Thursday, February 2, 2017

Alhamdulillah Tasmiul Quran 30 Juz Berjalan Dengan lancar dan sukses

Foto Generasi Rabbani Qurani.
Foto Generasi Rabbani Qurani.

Alhamdulillah rangkaian tasmiul quran 30 juz oleh ananda Rihma Khoridatul Milah Telah selesai, dimulai dari hari sabtu 28 Januari Pukul 08.30 berakhir Minggu 29 Januari 2017 Pukul 11.30.
Kelelahan terbayar dengan kenikmatan yg sulit dilukiskan. .. ada kebahagiaan yg membuat air mata ini menetes..

Foto Generasi Rabbani Qurani.

Segala puji hanya milik Mu ya Robb yg telah melimpahkan nikmat ini...!
Tambahkan nikmat ini Ya Robb. . Tambahkan yg mendapatkan nikmat ini Ya Robb...
Berbahagialah sdh menjadi bagian dari proyek besar ini.. semoga semua kontribusinya diterima oleh Nya. ..

Foto Generasi Rabbani Qurani.

Ya Robb terimalah. .. Ya Robb terimalah. . Ya Robb terimalah. .! Aamiin....!
Kegiatan Tasmiul Quran ini Di tutup langsung oleh Bpk wabup Kab.Bandung ust Gun Gun Gunawan.
Jazakumullahu Khairon Katsiran
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
 > BRI no 074901024530532



Profil Singkat Pondok Tahfidz Generasi Rabbani Qurani






Segala puji bagi Alloh swt Yang telah mengajarkan al-Quran, Yang telah menciptakan manusia dan mengajarkannya pandai berbicara. Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Muhammad saw yang menjadi suritauladan kita. Amma ba'du.
Pemuda adalah asset generasi bangsa yang sangat penting, ditangan pemudalah nasib Negara dipertaruhkan. Pemuda yang berakhlaq baik dan cerdas adalah cerminan masa depan, begitupun sebaliknya pemuda yang krisis keimanan adalah alamat buruk tentang curamnya masa depan suatu bangsa.
Sosok pemuda adalah sosok yang penuh semangat dan energik dalam membela islam dimasa lalu bahkan dimasa kini dan akan datang, maka dengan berbagai acuan tersebut perlu adanya Generasi yang memiliki pemahaman yang dalam mengenai urusan  agama dan dunia-nya, yang memiliki akhlak yang mulia dalam kehidupannya, yang penuh prestasi dalam setiap amalnya, yang memberikan manfaat banyak bagi umatnya, mereka adalah generasi yang yang dibutuhkan umat, karena mereka adalah ruh yang terus mengalir memberikan kehidupan ditengah-tengah umat, memberikan kesegaran dikala umat sedang kering dan kehausan.
            Mereka adalah generasi yang memahami kitabnya (quran) dan selalu mengkajinya dengan membaca, memahami, menghapalkan, mengamalkan dan mendakwahkannya mereka adalah GENERASI RABBANI.
            Membentuk generasi rabbani adalah tanggung jawab kita semua sebagai kaum muslimin dan bahu membahu dengan segenap kemampuannya untuk mewujudkannya.
Atas dasar itulah kami YAYASAN GENERASI RABBANI QURANI tergerak untuk merealisasikan cita-cita ini dengan membuat program besar yaitu :
“ TAHFIZH BEASISWA 30 JUZ ”

            SEJARAH PONDOK TAHFIZH GENERASI RABBANI QURANI
Pondok Tahfizh Generasi Rabbani Qurani adalah salah satu pondok Tahfizh yang terdapat di kabupaten bandung, tepatnya  beralamatkan di Komplek Villa Bandung indah B5-7 Cileunyi - Bandung.
Pondok tahfizh generasi rabbani qurani dirintis  oleh Ust. Zafar Sidiq S.Pd.I. Al-Hafizhpada tanggal 27 Juli 2008, Kemudian diresmikan Pada tanggal 22 Oktober 2013 dengan YAYASAN GENERASI RABBANI QURANI sebagai payung hukum PONDOK TAHFIZH GENERASI RABBANI QURANI dengan Akta notaris no 06, 22-10-2013. dengan notaris Mohamad Juania, SH.M.Kn.Yan dan ijin dari  KEMENHUMKAM Nomor: AHU-2371.AH.01.04.Tahun 2014.
Fokus Pondok Tahfizh Generasi Rabbani Qurani adalah menyelenggarakan program tahfizh al quran beasiswa selama maksimal dua tahun untuk generasi muda baik ikhwan (laki-laki) maupun akhwat (perempuan). Dengan berbagai kegiatan ke-quran-an seperti tilawah (membaca al quran), ziyadah (menambah hafalan), muroja’ah (mengulang hafalan), tasmi’ (memperdengarkan hafalan al-quran), sima’ (mendengarkan bacaan al-quran), rihlah quraniyah (rekreasi bernuansa al quran), mukhoyyam al quran (jambore al quran), dirosah islamiyah (kajian keislaman) dan training life skill (pelatihan keterampilan) serta kegiatan bermanfaat lainnya yang merupakan sarana untuk membumikan al quran sebagai sumber kekuatan (source of power) individu dan sosial.
Dengan demikian tercetaklah generasi muda islam, menjadi hafizh al quran yang memiliki aqidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlak yang baik, wawasan keislaman yang luas serta mahir dalam berbahasa arab.  Selain dari itu  mampu menjadi dai’ yang akan menyebarluaskan nilai-nilai qurani.

VISI DAN MISI
a)      Visi Pondok Tahfizh GRQ
Ø  Mencetak generasi muda yang Robbani
             ( Robbani adalah yang mengenal Alloh, paham terhadap syari’at, santun dalam prilaku, menjadi pembimbing manusia- ‘alim, hakim,halim,mu’alim,murobbi ).
وَلَكِنْكُونُوارَبَّانِيِّينَبِمَاكُنْتُمْتُعَلِّمُونَالْكِتَابَوَبِمَاكُنْتُمْتَدْرُسُونَ (العمران : 79)
            “...hendaklah kalian menjadi robbani, disebabkan kalian mengajarkan kitab dan kalian   mengkaji (kitab dan sunah)” (QS. Ali Imran: 79)
b)     Misi Pondok Tahfizh GRQ
      Mencetak generasi muda agar mencintai al-Quran melalui program tahsin dan tahfidz.
      Mencetak generasi muda agar memahami bahasa al-Quran melalui program bahasa Arab.
      Mencetak generasi muda agar berakhlaq al-Qur’an melalui kajian al-Quran, hadits dan dirosah islamiyyah.
         Mencetak generasi muda agar memiliki keterampilan melalui training life skill
           TUJUAN DAN SASARAN
a) TUJUAN
1.  Membentuk generasi yang mahir dalam membaca al-quran, mempelajarinya, mengamalkannya, mendakwahkannya dan memperjuangkannya dalam segala sendi kehidupan.
2.  Membina lingkungan yang kondusif untuk pembentukan generasi rabbani.
3. Mempersiapkan kader tahfizh untuk bisa meneruskan estafet perjuangan risalah Rasullah.
4. Mengintegrasikan kandungan al-quran dalam pola hidup generasi penerus singga tercipta insan cendekia yang beramal ilmiah dan berilmu amaliah serta berakhlakul karimah  
5.  Upaya membumikan Al-qur’an dalam konteks jaman sekarang.
 6.  Mencetak para pengajar Al-qur’an yang profesional.        
b) SASARAN
      1. Remaja usia 12 – 15 tahun sebanyak 30 %
2. Remaja usia 16 – 24 tahun sebanyak 60 %

3. Dewasa usia 25 tahun ke atas sebanyak 10 %

Wednesday, February 1, 2017

PROGRES HAFALAN SANTRI GRQ PER 31 JANUARI 2017


Asslamu'alaikum Progres Santri Tahfizh Beasiswa 30 JUZ GRQ / Per 31 JANUARI 17 :
AKHWAT :
Hilmi 28 J, Intan 22 j, Silmi 17 j, Ines 17 j, Ai Jaminah 15 j,zafiro 15 j, Rifa 15 juz, Afnan 13 j, Hani fauziyah 12 j, Ai erni 12 j, lisa 11 j, Afifah 11 j , Rani R 10 j, Tuti Pitriani 10 j, Ratu Anisa 9 j, Intan Nur Anisa 9 j, Bunga 9 j, Najma 8 j, Lina 6 j, Risma 4 J, Gina 5 j, Hukma 2 J, Giara 2 J, Upi 2 J, Lutfiyah 2 j,
IIKHWAN
Agus 28 J, triadi 25 j, Rizki M 25 j, ,Hasby 25 j ,azzam 20 j, Qomarudin18, Syakir 19 j, Hakim 20 j,Dzikri 11 j,Kuncoro 10 j, Dzunun 10 j, Hadi 8 J, Rivan 10 j, Risnandi 9 j, abdul khalik 8 j, Zam-Zam 6 j, Anugrah 5 J, Agra Sabirin 5 j. Hanif Rabbani 5 j, Suryadi 4 j, Abdul Ramdhan 3 j, umar 2 j.
Yang sudah Khotam 31 Orang. kami sampaikan trimakasih yang takterhingga atas infak / shodakoh / Zakat yang Bpk/ibu Salurkan u membantu MENCETAK PENGHAPAL QURAN, Smoga Alloh membalas dengan Rizki yang berkah, dimudahkan urusannya, ampunan dan rohmah, Amin. Barang siapa yang mempersiapkan pejuang , maka sungguh dia termasuk yang berjuang pula ( HR Bukhori ).