Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Friday, April 8, 2016

Muslim Terbaik, Keluarganya Bahagia


KELUARGA yang bahagia atau keluarga yang sakinah, makassar, dan warahmah ditandai dengan suami shaleh, istri sholehah, serta dilengkapi dengan anak-anak yang shaleh/shalehah.
Keluarga yang bahagia bisa diibaratkan sebuah masjid yang memberikan pengalaman keagamaan pada setiap anggota keluarga. Seperti madrasah yang mengajarkan nilai-nilai Islam. Sebagai benteng yang melindungi dari setiap gangguan fisik maupun non fisik. Bagikan rumah sakit yang memelihara dan merawat kesehatan jasmani dan rohani anggota keluarga. Seperti kompi hizbullah yang serta dalam perjuangan menegakkan Islam.
Allah SWT berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka,” (QS. At Tahrim: 6).
“Bertakwalah kalian kepada Allah tempat kamu saling menolong dan perliharalah kasih sayang dalam keluarga,” (QS. An Nisa’: 1).
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa besar,” (QS al Isra’: 31).
“Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusunan,” (QS. Al Baqarah: 233).
“Seorang anak hendaknya disembelih akikah setelah hari ke tujuh dari kelahirannya dan diberi nama (dengan nama yang baik) dan dicukur rambutnya. Setelah anak tersebut mencapai umur enam tahun, hendaknya dididik tentang sopan santun. Setelah berusia sembilan tahun hendaknya dipisahkan tempat tidurnya. Dan bila telah mencapai usia sepuluh tahun, hendaknya dipukul bila meninggalkan shalat. Kemudian setelah dewasa dinikahkan. Maka pada saat itu, ayah menjabat tangan anaknya dan mengatakan, ‘Saya telah mendidik, mengajar, dan menikahkan kamu. Karena itu, saya memohon kepada Allah agar dijauhkan dari fitrah dunia dan azab di akhirat kelak’,” (Imam al-Ghazali). []
Referensi: Memotivasi Metanoiac/Muhammad Karebet Widjajakusuma/Pustaka Motivasi Metanoiac/2012

0 comments:

Post a Comment