Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Random Posts

Most Popular

Selasa, 26 April 2016

BUMI LAIN SETELAH HARI KIAMAT


BUMI tempat hamba-hamba Allah dikumpulkan pada hari kiamat adalah bumi lain, bukan bumi ini. Allah SWT berfirman, “(Yaitu) hari ketika bumi diganti dengan bumi lain dan langit pun diganti dan mereka keluar menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Maha Panakluk,” (QS. Ibrahim: 48). Rasulullah SAW telah menceritakan kepada kita tentang keadaan bumi yang baru tempat manusia dikumpulkan ini. Dakam shahih al-Bukhari dan shahih Muslim diriwayatkan dari Sahl ibn Sa’d yang mengaku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Manusia dikumpulkan pada hari kiamat di bumi yang putih ‘afra’ seperti lembaran roti naqi.” Sahl atau yang lain menambahkan, “Di sana tidak ada ma’lam bagi seorang pun.”
Al-Khaththabi mengatakan, ‘afr (tunggal ‘afra) berarti putih tidak jernih. ‘Iyadh mengatakan, ‘afr berarti putih dengan sedikit kemerah-merahan. Ibn Faris mengatakan, ‘afra’ berarti putih bersih.
Kata naqi berarti tepung yang bersih dari campuran dan ampas.
Kata ma’lam berarti tanda yang menunjukkan jalan ke suatu tempat, seperti gunung dan batu besar, atau sesuatu yang dibuat oleh manusia untuk menunjukkan jalan atau pembagian wilayah.
Banyak nas dari sejumlah sahabat, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang bermaksud sama dengan hadis yang telah kami kemukakan di sini. ‘Abd ibn Humaid dan ath-Thabari dalam tafsir mereka serta al-Baihaqi dalam buku Syu’b al-Iman telah menukil dari jalur ‘Amr ibn Maimun dari ‘Abd Allah ibn Mas’ud tentang firman Allah SWT, “(Yaitu) hari ketika bumi diganti dengan bumi lain.” Ibn Mas’ud mengatakan, “Bumi diganti dengan bumi yang bagaikan perak, tidak terkena noda dan kesalahan.” Para perawi hadis ini shahih, tetapi hadis ini mauquf (sanadnya hanya sampai ke sahabat). Al-Baihaqi menukil dari jalur lain yang marfu’ (sanadnya sampai ke Nabi). Tetapi menurutya, yang mauquf lebih shahih. Ath-Thabari dan al-Hakim juga menukil hadis ini dari jalur ‘Ashim dari Zirr ibn Hubaisy dari Ibn Mas’ud dengan redaksi, “Bumi yang putih bagaikan batangan perak,” dan para perawinya juga terpercaya.

0 komentar:

Posting Komentar