SETOR DAURI

Santri di bagi beberapa kelompok, minimal satu kelompoknya 6-12 orang, kemudian santri berjajar panjang dan setiap santri harus memperdengarkan bacannya kemudian ditashih oleh ustadznya baru dihafalkan secara bergantian.

AGENDA TASMI 10-30 JUZ

Agenda tasmi ini bertahap dari 5 juz terlebih dahulu, 10 juz hingga 30 juz. sedangkan agenda tasmi harian yakni 1 juz tujuannya agar hafalannya mengalir seperti alfatihah

PROGRAM WEEKEND QURANI

Program weekend qurani ini dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni sabtu - minggu. dengan menu kegiatan ziyadah, murojaah, setor hafalan, tahadjud 2-3 juz, muhadloroh dan taujih dari para musyrif GRQ

HAFLAH PONDOK TAHFIZH GRQ

Kegiatan haflah ini di laksanakan ketika santri sudah menyelesaikan hafalannya 30 juz, dalam acara tersebut santri harus menyetorkan hafalan terakhirnya kepada musyrif di depan jamaah dan santri lainnya.

PHOTO BERSAMA

PESERTA TASMI' AKHWAT PADA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GENERASI RABBANI QURANI

PROGRAM IFTHOR SENIN KAMIS PONDOK TAHFIZH GRQ

Bismillah Alhamdulillah yg dgn nikmatnya sempurnalah segala kebaikan. Mari kita raih pahala yg luar biasa ... pahala amal sholeh dgn memberikan ifthor utk para penghafal quran. Semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan Rasulullah saw : "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. " HR Ibnu Hibban no 1736 . Shohih

Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Tuesday, April 26, 2016

BUMI LAIN SETELAH HARI KIAMAT


BUMI tempat hamba-hamba Allah dikumpulkan pada hari kiamat adalah bumi lain, bukan bumi ini. Allah SWT berfirman, “(Yaitu) hari ketika bumi diganti dengan bumi lain dan langit pun diganti dan mereka keluar menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Maha Panakluk,” (QS. Ibrahim: 48). Rasulullah SAW telah menceritakan kepada kita tentang keadaan bumi yang baru tempat manusia dikumpulkan ini. Dakam shahih al-Bukhari dan shahih Muslim diriwayatkan dari Sahl ibn Sa’d yang mengaku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Manusia dikumpulkan pada hari kiamat di bumi yang putih ‘afra’ seperti lembaran roti naqi.” Sahl atau yang lain menambahkan, “Di sana tidak ada ma’lam bagi seorang pun.”
Al-Khaththabi mengatakan, ‘afr (tunggal ‘afra) berarti putih tidak jernih. ‘Iyadh mengatakan, ‘afr berarti putih dengan sedikit kemerah-merahan. Ibn Faris mengatakan, ‘afra’ berarti putih bersih.
Kata naqi berarti tepung yang bersih dari campuran dan ampas.
Kata ma’lam berarti tanda yang menunjukkan jalan ke suatu tempat, seperti gunung dan batu besar, atau sesuatu yang dibuat oleh manusia untuk menunjukkan jalan atau pembagian wilayah.
Banyak nas dari sejumlah sahabat, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang bermaksud sama dengan hadis yang telah kami kemukakan di sini. ‘Abd ibn Humaid dan ath-Thabari dalam tafsir mereka serta al-Baihaqi dalam buku Syu’b al-Iman telah menukil dari jalur ‘Amr ibn Maimun dari ‘Abd Allah ibn Mas’ud tentang firman Allah SWT, “(Yaitu) hari ketika bumi diganti dengan bumi lain.” Ibn Mas’ud mengatakan, “Bumi diganti dengan bumi yang bagaikan perak, tidak terkena noda dan kesalahan.” Para perawi hadis ini shahih, tetapi hadis ini mauquf (sanadnya hanya sampai ke sahabat). Al-Baihaqi menukil dari jalur lain yang marfu’ (sanadnya sampai ke Nabi). Tetapi menurutya, yang mauquf lebih shahih. Ath-Thabari dan al-Hakim juga menukil hadis ini dari jalur ‘Ashim dari Zirr ibn Hubaisy dari Ibn Mas’ud dengan redaksi, “Bumi yang putih bagaikan batangan perak,” dan para perawinya juga terpercaya.

Monday, April 25, 2016

Allah Maha hidup, dan menghidupkan



اَللهُ لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ، لاَ تَأْخُذُه سِنَةٌ وَّ لاَ نَوْمٌ، لَه مَا فِى السَّموتِ وَ مَا فِى اْلاَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَه اِلاَّ بِاِذْنِه، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَ مَا خَلْفَهُمْ، وَ لاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ ِمّنْ عِلْمِه اِلاَّ بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّموتِ وَ اْلارْضَ، وَلاَ يَئُوْدُه حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. البقرة: 255

Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. [QS. Al-Baqarah : 255]

وَ تَوَكَّلْ عَلَى اْلحَيّ الَّذِيْ لاَ يَمُوْتُ وَ سَبّحْ بِحَمْدِه، وَ كَفى بِه بِذُنُوْبِ عِبَادِه خَبِيْرًا(58) الَّذِيْ خَلَقَ السَّموتِ وَ اْلاَرْضَ وَ مَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوى عَلَى الْعَرْشِ، الرَّحْمنُ فَاسْئَلْ بِه خَبِيْرًا(59) الفرقان: 58-59

Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya, (58)
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia. (59) [QS. Al-Furqaan : 58-59]

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللهِ وَ كُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْ، ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ. البقرة: 28

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? [QS. Al-Baqarah : 28]

قُلْ ياَيُّهَا النَّاسُ اِنّيْ رَسُوْلُ اللهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا الَّذِيْ لَه مُلْكُ السَّموتِ وَ اْلارْضِ، لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ يُحْي وَ يُمِيْتُ فَامِنُوْا بِاللهِ وَ رَسُوْلِهِ النَّبِيّ اْلامّيّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ كَلِمتِه وَ اتَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ. الاعراف: 158

Katakanlah: "Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikanmaka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk[QS. Al-Araaf : 158]

اَلاَ اِنَّ ِللهِ مَا فِي السَّموتِ وَ اْلاَرْضِ، اَلاَ اِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ وَّ لكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ(55) هُوَ يُحْي وَ يُمِيْتُ وَ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ(56) يونس: 55-56

Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya). (55)
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan. (56) [QS. Yuunus : 55-56]

ياَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ ِمّنَ اْلبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنكُمْ ِمّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّ غَيْرِ مُخَلَّقَةٍ ِلّنُبَيّنَ لَكُمْ، وَ نُقِرُّ فِى اْلارْحَامِ مَا نَشَآءُ اِلى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوْآ اَشُدَّكُمْ، وَ مِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّى وَ مِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلاَ يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا، وَ تَرَى اْلاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَآءَ اهْتَزَّتْ وَ رَبَتْ وَ اَنْبَتَتْ مِنْ كُلّ زَوْجٍ بَهِيْجٍ(5) ذلِكَ بِاَنَّ اللهَ هُوَ اْلحَقُّ وَ اَنَّه يُحْيِ اْلمَوْتى وَ اَنَّه عَلى كُلّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ(6) وَ اَنَّ السَّاعَةَ اتِيَةٌ لاَّ رَيْبَ فِيْهَا وَ اَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي اْلقُبُوْرِ(7) الحج: 5-7

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (5)
Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, (6)
dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. (7) [QS. Al-Hajj : 5-7]

وَ اِذَا تُتْلى عَلَيْهِمْ ايتُنَا بَيّنتٍ مَّا كَانَ حُجّتَهُمْ اِلاَّ اَنْ قَالُوْا ائْتُوْا بِابَآئِنَآ اِنْ كُنْتُمْ صدِقِيْنَ(25) قُلِ اللهُ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يَجْمَعُكُمْ اِلى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ لاَ رَيْبَ فِيْهِ وَ لكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ(26) الجاثية: 25-26

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas, tidak ada bantahan mereka selain dari mengatakan: "Datangkanlah nenek moyang kami jika kamu adalah orang-orang yang benar". (25)
Katakanlah: "Allah-lah yang menghidupkan kamu kemudian mematikan kamu, setelah itu mengumpulkan kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya; akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (26) [QS. Al-Jaatsiyah : 25-26]

هُوَ اْلحَيُّ لاَ اِلهَ اِلاَّ هُوَ فَادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدّيْنَ، اْلحَمْدُ ِللهِ رَبّ الْعلَمِيْنَ(65) قُلْ اِنّيْ نُهِيْتُ اَنْ اَعْبُدَ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ لَمّا جَآءَنِيَ الْبَيّنتُ مِنْ رَّبّيْ وَ اُمِرْتُ اَنْ اُسْلِمَ لِرَبّ الْعلَمِيْنَ(66) هُوَ الّذِيْ خَلَقَكُمْ ِمّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ يُخْرِجُكُمْ طِفْلاً ثُمَّ لِتَبْلُغُوْآ اَشُدَّكُمْ ثُمَّ لِتَكُوْنُوْا شُيُوْخًا، وَ مِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّى مِنْ قَبْلُ وَ لِتَبْلُغُوْآ اَجَلاً مُّسَمًّى وَّ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ(67) هُوَ الَّذِيْ يُحْي وَ يُمِيْتُ، فَاِذَا قَضى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَه كُنْ فَيَكُوْنُ(68) المؤمن: 65-68

Dialah Yang hidup kekal, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah kepada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. (65)
Katakanlah (ya Muhammad): "Sesungguhnya aku dilarang menyembah sembahan yang kamu sembah selain Allah setelah datang kepadaku keterangan-keterangan dari Tuhanku; dan aku diperintahkan supaya tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam. (66)
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami (nya). (67)
Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (68)  [QS. Al-Mumin : 65-68]

الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ(78) وَ الَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَ يَسْقِيْنِ(79) وَ اِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ(80) وَ الَّذِيْ يُمِيْتُنِيْ ثُمَّ يُحْيِيْنِ(81) وَ الَّذِيْ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْئَتِيْ يَوْمَ الدّيْنِ(82) الشعراء: 78-82

(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, (78)
dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, (79)
dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (80)
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), (81) dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat. [QS. Asy-Syuaraa : 78-82]

وَ هُوَ الَّذِيْ اَنْشَاَ لَكُمُ السَّمْعَ وَ اْلابْصَارَ وَ اْلافْئِدَةَ، قَلِيْلاً مَّا تَشْكُرُوْنَ(78) وَ هُوَ الَّذِيْ ذَرَاَكُمْ فِى اْلاَرْضِ وَ اِلَيْهِ تُحْشَرُوْنَ(79) وَ هُوَ الَّذِيْ يُحْي وَ يُمِيْتُ وَ لَهُ اخْتِلاَفُ الَّيْلِ وَ النَّهَارِ، اَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ(80) المؤمنون: 78-80

Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur. (78)
Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya lah kamu akan dihimpunkan. (79)
Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya? (80) [QS. Al-Muminuun : 78-80]

وَ اِنْ ِمّنْ شَيْءٍ اِلاَّ عِنْدَنَا خَزَآئِنُه وَ مَا نُنَزّلُه اِلاَّ بِقَدَرٍ مَّعْلُوْمٍ(21) وَ اَرْسَلْنَا الرّيحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَسْقَيْنكُمُوْهُ، وَ مَآ اَنْتُمْ لَه بِخَازِنِيْنَ(22) وَ اِنَّا لَنَحْنُ نُحْي وَ نُمِيْتُ وَ نَحْنُ اْلوَارِثُوْنَ(23) الحجر: 21-23

Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu. (21)
Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya. (22)
Dan sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi. (23). [QS. Al-Hijr : 21-23]

اَيَحْسَبُ اْلاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًى(36) اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً ِمّنْ مَّنِيّ يُّمْنى(37) ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّى(38) فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَ اْلانْثى(39) اَلَيْسَ ذلِكَ بِقدِرٍ عَلى اَنْ يُّحْيِيَ اْلمَوْتى(40) القيامة: 36-40

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (36)
Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), (37)
kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, (38)
lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki laki dan perempuan. (39)


Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati? (40) [QS. Al-Qiyaamah : 36-40]

Saturday, April 23, 2016

Mensyukuri nikmat dan menikmati syukur


Fungsi utama dari bersyukur adalah agar kita betul-betul merasa tenang, bahagia, dan sukses dikarenakan Allah telah memberikan kenikmatan yang luar bidahsyat dalam kehidupan kita.


Orang yang besyukur hatinya lapang, wajahnya cerah, pikirannya terbuka, motivasinya tinggi, ibadahnya khusyu, hidupnya banyak memberikan inspirasi bagi dirinya dan semesta di sekitarnya.


Kalaulah kita hari ini mengaku sudah bersyukur tapi masih sering stress, mudah marah, cepat khawatir, takut kehilangan, dan perasaan negatif lainnya, berarti TEKNIK BERSYUKUR kita masih perlu diperbaiki. Katanya sudah bersyukur, lha kok masih stress setiap hari, setiap saat...? 


Bukankah di Al-Quran dikatakan "Kalau kalian bersyukur pasti akan Aku tambah nikmat bagi kalian, kalau kalian kufur (tidak bersyukur) maka azabKU sangatlah pedih". Dan, lambang dari azab yang pedih itu adalah hadirnya stress yang istiqomah dalam kehidupan kita....


Nah, apa betul kita ini sudah bersyukur?


Kalau sudah bersyukur, lalu kenapa masih sering stress?

Contoh, kita mendapatkan sebuah proyek yang kita anggap nilainya 10 juta, tapi ternyata setelah proyek itu selesai kita hanya mendapatkan uang senilai 3 juta. Lalu kita berusaha untuk bersyukur dengan kalimat "Alhamdulillaaah, masih dapet 3 juta, masih untung ada proyek.. alhamdulillah deh" ... tapi ternyata hati kita belum tentu bersyukur sesuai dengan ucapan yang kita katakan. Hati kita masih saja bertanya dan kesal "kenapa hanya 3 juta? apa salah saya?". Nah, inilah salah satu kesalahan bersyukur... Bersyukur itu seharusnya nikmat sehingga menambah kenikmatan yang ada. Istilahnya : Mensyukuri nikmat dengan cara menikmati syukur itu sendiri...


Contoh lain, misalnya Anda pada faktanya memiliki rumah yang kecil dan sempit, lalu Anda bersyukur dalam kalimat, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang telah engkau berikan ini, walau sempit dan pengap, saya tetap bersyukur". Nah, apakah setelah Anda mengucapkan rasa syukur itu hati Anda menjadi lapang?


Ternyata, KUNCI dari mensyukuri nikmat adalah menikmati syukur. 

Nikmat itu tidak harus dikaitkan dengan fakta yang ada, tapi kenikmatan sejati bisa melampaui sang fakta. Fakta itu terbatas, sedangkan nikmat itu tak terbatas.

Fa biayyi aalaa-i robbikumaa tukadz-dzibaan?

Nikmat dari Rabmu yang mana lagikah yang kalian dustakan? 

Kalau faktanya rumah kita kecil, maka lampauilah fakta itu, dan bersyukurlah, "Ya Allah, terimakasih atas rumah yang besar, bertingkat, luas, dan indah ini".

Bukankah fakta itu di luar, sedangkan persepsi itu di dalam? Bukankah persepsi lebih penting dari pada fakta yang menipu? Bukankah dunia ini kesenangan yang menipu? Bukankah yang di dalam itu realita dan yang di luar itu hanya ilusi? Bukankah yang kelak Anda pertanggungjawabkan di hadapan Allah adalah apa yang ada di dalam diri Anda dan bukan apa yang ada di luar diri Anda?


Sahabatku, Ketika kita sedang melatih Pikiran dan Perasaan dalam bersyukur yang berkualitas nikmat, maka tak perlu heran jika setiap hari latihan bersyukur yang dilakukan sepertinya semakin tidak mudah. Sebab dibenturkan oleh berbagai fakta yang sulit untuk disyukuri.

Itu sebabnya, teruslah tetap dalam awareness yang dalam. Dan tetaplah bersyukur dalam sikap yang "melampaui fakta" yang ada, walaupun fakta yang hadir sangat tidak indah atau bahkan sudah begitu sangat indahnya.


Jangan batasi diri kita dalam fakta indrawi, sebab semua keindahan dan kesulitan dunia adalah fana.


So, tidak perlu menunggu nikmat baru bersyukur, tapi bersyukurlah senantiasa maka ALLAH akan menambahkan nikmat itu pada diri kita.


Mari luaskan persepsi Anda, positifkan persepsi Anda, maka Anda akan betul-betul menikmati yang namanya bersyukur. Tenggelam dalam kenikmatan syukur kepada-Nya...


"Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu." (Q.S. 57:20)

Wallahu a'lam

Sunday, April 17, 2016

TAHAJJUD :Cinta Yang Terlupakan



(1)
Seluruh muslim bahkan non muslim sekalipun mengakui akan mulia nya Rasulullah.Sosok panutan yang luar biasa.Setiap malam Rasulullah mendoakan umatnya serta melaksanakan tahajud kira-kira lima juz hingga kaki nya bengkak.
(2)
Sebelum itu.ada Nabi Dawud yang mengkhususkan sepertiga waktu dalam setiap harinya untuk beribadah.
Lain lagi dengan Khalifah Umar bin Khattab setiap malam selalu berkeliling Mekah memastikan umatnya tidak ada yang tertidur kecuali dalam keadaan makmur akan kepemimpinan nya.
(3)
Tidak lupa jua Sang penakluk Konstantinopel Muhammad Al-Fatih yang tidak pernah bolos melaksanakan tahajjud.
(3)
Jika perhatikan lagi,sosok-sosok panutan di atas memiliki kebiasaan yang sama.Beliau-beliau yang selalu menjaga malam dengan ibadah.
(4)
Nampaknya kita sudah kelewat kagum seolah lupa kalau Allah memilih beliau-beliau sebagai "contoh".Contoh yang bukan sekedar dikagumi,tetapi juga ditiru.
(5)
Memang benar di beberapa ayat Alquran menyebut waktu malam adalah istirahat.jangan salah,di ayat-ayat Allah yang lain di janjikan KEMULIAAN bagi mereka yang menjaga ibadah di waktu malam.
(6)
Di perkuat lagi hadits menyebutkan waktu MUSTAJAB DOA salah satunya adalah di sepertiga malam.
(7)
Pernah dengar Khalifah Umar pernah memukul orang karna BEGADANG sembari mengatakan :
"apakah kalian sengaja begadang untuk tidur di akhir malam sehingga melalaikan perkara yang wajib?"
(9)
Kisah Khalifah di atas meng-isyaratkan betapa mulia orang yang menjaga waktu malam dengan ibadah.
(10)
Dari mulai kisah CARA CERDAS BELAJAR IMAM TERDAHULU yg sering begadang dengan belajar.hingga kisah baru-baru saya tau adalah cerita dijodohkan nya putri A'agym dengan ustad yg sering menjadi Imam Qiyamul lail di pesantren A'agym.
Sekali lagi...
"Menjaga ibadah waktu malam..smile emotikon

Adakah hati kita tergerak memulai menjaga waktu malam...?

Penulis : Fujiansyah

Saturday, April 16, 2016

Menjadi Manusia Ideal


KITA ketahui bersama bahwa tujuan diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah. Dan manusia ideal tentu saja yang mampu merealisasikan tujuan penciptaannya. Ia menjalankan yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Manusia ideal adalah yang baik terhadap Allah dan terhadap manusia. Kriteria ini masuk dalam kriteria orang shalih.
Ibnu Hajar berkata, “Shalih sendiri berarti,
“Orang yang menjalankan kewajiban terhadap Allah dan kewajiban terhadap sesama hamba Allah. Kedudukan shalih pun bertingkat-tingkat” (Fath Al-Bari, 2: 314).
Karena Rasul tidak hanya diutus untuk membetulkan ibadah, namun juga mengajarkan akhlak sesama. Disebutkan dalam hadits, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan baiknya akhlak.” (HR. Ahmad, 2: 381. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Semoga Allah mampukan kita untuk menjadi manusia yang ideal dan shalih. Yang tak pernah melupakan tujuan utamanya diciptakan dan diturunkan ke muka bumi ini. Wallahu ‘alam.[]

Friday, April 15, 2016

Pantas Umur 7 Tahun 'Musa' Sudah Hafal 30 Juz, Ternyata Seperti Ini Tipsnya !


Saat menunggu di bandara Soeta kemarin bertemu dg Abu Musa. Pertemuan yang pasti direncanakan Allah. Ngobrol dari jam 14.30-16.00, ana nyontek ilmu bagaimana beliau menjadikan Musa yang berumur 7 tahun itu sudah mutqin hafal 30 juz.
Info tambahan, Musa sudah hafal 'Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh. Sekarang sedang menghafal Bulughul Maram. Semua program menghafalnya Musa dilakukan mandiri oleh Abu Musa di rumah saja!
1. Pada awalnya Musa kata beliau juga sulit menghafal sebagaimana umumnya anak, namun dengan ketekunan akhirnya hafal juga. Kunci paling penting adalah Murajaahnya alias mengulang-ulang hafalan. Perlu diketahui juga Abu Musa tidak hafal semua itu, namun bisa menjadikan Musa hafal dengan kuat.
2. Pergaulan dijaga. Bisa dikatakan Musa kurang bergaul dengan banyak anak, karena memang niat abinya untuk menjaga hafalan.
3. Televisi jauh jauh dah. Musa sangat dijaga jangan sampai nonton televisi. Bukti, pas ana ngobrol dengan beliau di ruang tunggu kebetulan pas di depan televisi beliau minta pindah. Pindah yuk, akh. Takut Musa nantinya lihat televisi, kata beliau.
4. Makanan dijaga. Sari kurma, madu dan propolis selalu diberikan kepada Musa dan adik-adiknya. Menghafal membutuhkan banyak energi!
5. Rutinitas harian Musa adalah: pagi setengah jam sebelum subuh, tahajud menjadi imam untuk adik-adiknya. Kemudian Subuh berjamaah di masjid. Setelah Subuh murajaahnya sampai jam 9 pagi. Musa kuat murajaah 10 juz dalam sehari secara rutin! Antum berapa, hayoo..
6. Jam 9-10 Makan pagi dll.
7. Jam 10-Dhuhur: Tidur siang. Tidur ini hukumnya wajib untuk Musa.
8. Habis Dhuhur nambah hafalan baru sampai Ashar.
9. Bada Ashar sekarang Musa sedang menghafal Bulughul Maram.
10. Jam 5-maghrib: Waktu bermain
11. Maghrib-Isya: Ikut taklim abinya. Sebelum Abinya nyampaikan taklim, Musa mengawali dengan membaca hafalannya. Dan terkadang hadirin dipersilakan bertanya mengetes. Ini berjalan hampir setiap hari.
Dan unik dan kadang bikin geli, banyak sekolah-sekolah yang mengundang Musa dan ayahnya, dan pengin belajar cara menghafal. Padahal semua tahu, Musa kan 'tidak sekolah'. Jadi yang sekolah malah belajar sama yang 'tidak sekolah'. smile emotikon
Saat bertemu, saya langsung tanya, Abu Musa, ya? Kemudian langsung menebak beliau mau ke Mesir untuk lomba Tahfidz sedunia. Dan benar. Dia satu-satunya yang mewakili Indonesia.
Semoga obrolan ini menginspirasi semua orang tua.
Oleh: Ustadz Rohmanto Abu Al Laits

SEGERA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GRQ


Sahabat Pencinta Al-Qur'an, dalam menyambut datangnya bulan suci ramadhan, Insyaallah Pondok tahfizh Generasi Rabbani Qurani akan menggelar Acara GEBYAR PEKAN PARADE TASMI oleh para santri GRQ, Mohon do'anya Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan kelancaran Amin...
Silahkan yg mau mengambil bagian dari program besar ini "PROGRAM TAHFIZH BEASISWA 30 JUZ GRQ "
Dgn Donasi ke Pondok Tahfizh GRQ berarti anda sdh menyiapkan para penghafal Alquran. .. pahala yg tiada habis..
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532

Mengapa do'a tidak terkabul ?


TIDAK dapat dipungkiri lagi do’a bagi seorang muslim merupakan ibadah yang sangat agung dan utama. Ia adalah ibadah yang jika dilaksanakan akan mendatangkan kebaikan, keberuntungan dan kebahagiaan. Mulai dari Nabi pertama Adam a’alaihissalam hingga penutup nabi al-amiin Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah dan bahkan sering menjadikan do’a sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi sehari-hari.
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “…Berdo’alah kepadaku, niscaya akan Aku kabulkan do’amu…” (QS.al-Mukmin:60)
Berdo’a adalah hak Allah yang harus dipenuhi.Ia merupakan inti ibadah seorang muslim, sebab dengan do’alah manusia akan menunjukkan betapa fakir dan tak berdayanya dirinya tanpa pertolongan dari Allah Ta’ala. Dengan berdo’a pula kita akan melihat bagaimana seorang hamba merasa rendah diri dan hina serta tidak mampu mendatangkan manfaat bagi diri dan dan lingkungan sekitarnya kecuali atas kehendak Allah Ta’ala. Dan dengan berdo’alah seorang hamba akan merasakan lebih dekat kepada Rabbnya.
Dalam hadist shahih Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam berdo’a dan beliau ingin agar segera dikabulkan. Seperti do’a meminta hujan atau do’abeliau ketika perang badar dan lain-lain.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda “Do’a seorang hamba akan senantiasa dikabulkan selama isi permintaannya tidak bersifat maksiat (dosa) atau untuk memutus tali silaturahmi dan selama ia tidak tegesa-gesa”. Ada yang bertanya: Wahai Rasulullah apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?” Rasululah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:” Seseorang berkata: “Aku telah berdo’a dan terus berdo’a, namun sampai sekarang doa’ku belum juga dikabulkan,” kemudian ia merasa putus asa dan akhirnya meninggalkan do’anya.”
Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Hadist ini mengajarkan tentang adab berdo’a yang harus dimiliki oleh setiap muslim dan setiap orang yang berdo’a agar jangan berputus asa dengan doa’nya. Akan tetapi,hendaklah tetap berserah diri dan menampakkan bahwa dirinya sangat memerlukan sesuatu yang sedang dimintanya.”
Akan tetapi pada realitanya, akan ada saja ditemukan banyaknya ibadah berupa permohonan, permintaan, pengharapan (do’a) yang tidak diijabah oleh Sang Pemilik langit dan bumi Allah Azza Wajalla baik berupa permintaan agar disembuhkan dari segala penyakit, bebas dari penderitaan atau permintaan-permintaan lainnya yang bersifat duniawi seperti penambahan harta, kenaikan pangkat dan yang lainnya. Apalagi barangkali saja do’a yang dipanjatkan telah benar-benar khusyu dan ikhlas. Akan tetapi mengapa do’a itu bisa tidak terkabul?
Salah satu sebabnya adalah karena manusia memiliki sifat tidak sabar dan tergesa-gesa. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa,” (QS.al-Anbiyaa’:37).
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali hafidzahullah menjelaskan perihal hal tersebut bahwa “manusia adalah makhluk yang suka tergesa-gesa dan tergesa-gesa ini akan membuat sesuatu itu dipandang lambat. Sehingga mengakibatkan munculnya perasaan hilang harapan dan putus asa pada diri orang yang suka tergesa-gesa. Akhirnya ia tidak lagi berdo’a hingga mengakibatkan dirinya berpaling dari sebuah kebaikan.”
Sikap mental seperti cepat berputus asa terhadap permohonan yang dipanjatkan dalam doa merupakan ciri-ciri hamba yang tergesa-gesa dalam mencapai hasil dan tidak menghargai proses itu sendiri (do’a). Lihatilah contoh dari Nabi Musa a’alaihissalam yang berdoa kepada Allah Azza Wajalla ketika menghadapi kekejaman Fir’aun yang tidak sedikitpun menunjukkan keputus asaan dimana beliau berdoa dan hal tersebut termaktub di dalam surah Yunus:88
“Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan hart kekayaan dalam kehidupan dunia. Wahai Tuhan kami (akibatnya) mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Mu. Wahai Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman sampai mereka melihat adzab yang pedih.”
Kemudian saudaranya Nabi Harun a’alaihissalam mengamini do’a Nabi Musa a’alaihissalam dan Allah pun menerima do’a keduanya dengan firman-Nya: “Dia (Allah) berfirman; Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu berdua mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui.”(QS.Yunus:89)
Para ulama tafsir mengatakan bahwa jarak antara berdo’a dan dikabulkannya do’a Nabi Musa a’alaihissalam adalah terpaut rentang waktu selama 40 tahun lamanya. Masyaa Allah jarak waktu antara do’a dan dikabulkannya terpaut begitu lama, tetapi bagaimana Nabi Musa a’alaihissalam menunjukkan sifat sabar dan tidak tergesa-gesa dalam berdo’a.
Seorang muslim yang berdo’a tidak akan pernah jenuh menengadahkan tangannya, tersungkur bersujud, menggantungkan harapan dan permohonan kepada Allah Ta’ala ketika esok, lusa atau tahun depan do’anya belum terkabulkan. Sebab Allah Ta’ala mencintai orang-orang yang istiqomah dalam do’a walaupun permintaan yang diinginkan terebut belum terijabah. Seperti kisah-kisah para Nabi yang tiada bosan untuk berdo’a. Sebab ketika permohonan atau permintaan itu tidak dikabulkan di dunia boleh jadi di akhirat kelak. Atau Allah akan mengganti do’a itu dengan pahala lainnya. Dan juga boleh jadi Allah menunda pengabulan do’a tersebut agar kita semakin giat berdo’a kepadaNya. Allah Ta’ala sangat suka kepada hambaNya yang merasa rendah dan tidak memiliki kekuatan apapun kecuali atas keMaha KuasaanNya.
Wallahu a’la. []

Thursday, April 14, 2016

Penyakit Mirip Wabah Qu’ash, Sebabkan Kematian di Akhir Zaman


PENYAKIT di muka bumi ini memang tersedia berbagai macam. Dari mulai penyakit yang ringan sampai yang paling berat. Meski begitu, semuanya tersedia obatnya. Tidak ada satu pun penyakit yang tidak bisa disembuhkan jika seorang penderitanya mau berusaha. Tapi, tahukah Anda, bahwa di akhir zaman kelak akan adanya penyakit yang menyebabkan kematian?
Salah satu tanda kiamat adalah apabila manusia mengalami kematian kelompok demi kelompok, seperti kawanan domba yang mati akibat wabah.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa tanda ini sudah terjadi pada saat Tha’un Amwas melanda. Tha’un adalah semacam borok atau memar yang muncul di badan yang disertai oleh rasa panas dan sakit yang amat sangat. Penyakit ini berbahaya dan sangat menular. ‘Amwas adalah nama sebuah desa di Palestina, terletak di dekat Baitul Maqdis.
Auf ibn Malik menuturkan, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hitunglah enam perkara yang akan terjadi menjelang dekatnya hari kiamat: Wafatku, penaklukan Baitul Maqdis, kematian yang akan menimpa kalian akibat penyakit yang seperti wabah qu’ash.”
Wabah ini sudah muncul pada masa kekhalifahan Umar ibn Khtaththab RA, pasca penaklukan Baitul Maqdis pada tahun 16 H. Penyakit ini menyebar pada tahun 18 H di negeri Syam dan menelan banyak korban hingga mencapai 25 ribu jiwa kaum Muslimin.
Di antara para sahabat nabi yang meninggal dunia akibat wabah ini adalah Mu’adz ibn Jabal, Abu Ubaidah, Syarhbil ibn Hasanah, Al-Fadl ibn Al-Abbas ibn Abdul Mutahallib dan sahabat lainnya. Semoga ridha Allah tercurah pada mereka.
Qu’ash adalah virus yang menyerang binatang ternak. Hidung hewan yang terjangkit virus ini akan mengeluarkan lendir, lalu hewan itu pun mati seketika. Rasulullah ﷺ menyerupakan kematian ini dengan qu’ash yang menyerang kambing. Sebab, tha’un menimbulkan luka bernanah di badan, yang menyebabkan kematian bagi penderitanya. []
Referensi: Kiamat Sudah Dekat?/Karya: Dr. Muhammad Al-‘Areifi/Penerbit: Qisthi Press

Saturday, April 9, 2016

PROGRES HAFALAN SANTRI GRQ PER 31 MARET 2016


Asslamu'alaikum Progres Santri Tahfizh Beasiswa 30 JUZ GRQ / Per 31 Maret 16 :
AKHWAT :
Rufaidah 26 juz, Firdha : 25 j, Fatimah 23 j, Siti s 19.5 j, Isro 19 J, Lia H 20.5 j, Elvi 15 j, Hilmi 14 J, Siska 13, Intan 12 j, Ai Jaminah 10 j, Silmi, Nur shifa 8, zafiro 8.5 j, Hana 8 j, Evi 6 J, Inayah 6 j, Afifah, Hanifah, Afnan 6 j, Ratu Anisa, lisa, Ira 5 j, Hani 4 j, Bunga 3 j.
IIKHWAN
Janan 29 j , hudzaifah 28 j , M fahri 25 Juz, Agus 21 J, Ahmad18 j, azzam 17 j, Qomarudin, M andri 17 j, ibrohim, syakir 16 j, triadi 15 j , Hasby 13.5 j , Rizki M 11 j, ziyad 9.75 j , Hakim 8 j, Risnandi 6 j, Dzikri 3 j, Kuncoro 3 j, Rivan 2 j.
Yang sudah Khotam 20 Orang. kami sampaikan trimakasih yang takterhingga atas infak / shodakoh / Zakat yang Bpk/ibu Salurkan u membantu MENCETAK PENGHAPAL QURAN, Smoga Alloh membalas dengan Rizki yang berkah, dimudahkan urusannya, ampunan dan rohmah, Amin. Barang siapa yang mempersiapkan pejuang , maka sungguh dia termasuk yang berjuang pula ( HR Bukhori )
Salam GRQ FAMILY 

AGENDA TASMI DI WEEKEND QURANI PONDOK TAHFIZH GRQ


Nama : Elvi Husna 
Asal : Lampung
Hafalan :15 Juz
Tasmi' : 15 Juz ( 1-15 )


Nama : Ibrohim
Asal : Medan
Hafalan : 16 Juz
Tasmi' :5 Juz( 1-5 )


Nama : Qomarudin
Asal : Medan
Hafalan : 17Juz
Tasmi' : 3 Juz( 21-23 )


Nama : Agus D
Asal : Tangerang
Hafalan : 21 Juz
Tasmi' : 1 Juz( 15 )

Silahkan yg mau mengambil bagian dari program besar ini 
"PROGRAM TAHFIZH BEASISWA 30 JUZ GRQ "
Dgn Donasi ke Pondok Tahfizh GRQ berarti anda
 sdh menyiapkan para penghafal Alquran. .. pahala yg tiada habis..
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz 
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100 
> BRI no 074901024530532



Friday, April 8, 2016

Muslim Terbaik, Keluarganya Bahagia


KELUARGA yang bahagia atau keluarga yang sakinah, makassar, dan warahmah ditandai dengan suami shaleh, istri sholehah, serta dilengkapi dengan anak-anak yang shaleh/shalehah.
Keluarga yang bahagia bisa diibaratkan sebuah masjid yang memberikan pengalaman keagamaan pada setiap anggota keluarga. Seperti madrasah yang mengajarkan nilai-nilai Islam. Sebagai benteng yang melindungi dari setiap gangguan fisik maupun non fisik. Bagikan rumah sakit yang memelihara dan merawat kesehatan jasmani dan rohani anggota keluarga. Seperti kompi hizbullah yang serta dalam perjuangan menegakkan Islam.
Allah SWT berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka,” (QS. At Tahrim: 6).
“Bertakwalah kalian kepada Allah tempat kamu saling menolong dan perliharalah kasih sayang dalam keluarga,” (QS. An Nisa’: 1).
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa besar,” (QS al Isra’: 31).
“Para ibu hendaknya menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusunan,” (QS. Al Baqarah: 233).
“Seorang anak hendaknya disembelih akikah setelah hari ke tujuh dari kelahirannya dan diberi nama (dengan nama yang baik) dan dicukur rambutnya. Setelah anak tersebut mencapai umur enam tahun, hendaknya dididik tentang sopan santun. Setelah berusia sembilan tahun hendaknya dipisahkan tempat tidurnya. Dan bila telah mencapai usia sepuluh tahun, hendaknya dipukul bila meninggalkan shalat. Kemudian setelah dewasa dinikahkan. Maka pada saat itu, ayah menjabat tangan anaknya dan mengatakan, ‘Saya telah mendidik, mengajar, dan menikahkan kamu. Karena itu, saya memohon kepada Allah agar dijauhkan dari fitrah dunia dan azab di akhirat kelak’,” (Imam al-Ghazali). []
Referensi: Memotivasi Metanoiac/Muhammad Karebet Widjajakusuma/Pustaka Motivasi Metanoiac/2012