SETOR DAURI

Santri di bagi beberapa kelompok, minimal satu kelompoknya 6-12 orang, kemudian santri berjajar panjang dan setiap santri harus memperdengarkan bacannya kemudian ditashih oleh ustadznya baru dihafalkan secara bergantian.

AGENDA TASMI 10-30 JUZ

Agenda tasmi ini bertahap dari 5 juz terlebih dahulu, 10 juz hingga 30 juz. sedangkan agenda tasmi harian yakni 1 juz tujuannya agar hafalannya mengalir seperti alfatihah

PROGRAM WEEKEND QURANI

Program weekend qurani ini dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni sabtu - minggu. dengan menu kegiatan ziyadah, murojaah, setor hafalan, tahadjud 2-3 juz, muhadloroh dan taujih dari para musyrif GRQ

HAFLAH PONDOK TAHFIZH GRQ

Kegiatan haflah ini di laksanakan ketika santri sudah menyelesaikan hafalannya 30 juz, dalam acara tersebut santri harus menyetorkan hafalan terakhirnya kepada musyrif di depan jamaah dan santri lainnya.

PHOTO BERSAMA

PESERTA TASMI' AKHWAT PADA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GENERASI RABBANI QURANI

PROGRAM IFTHOR SENIN KAMIS PONDOK TAHFIZH GRQ

Bismillah Alhamdulillah yg dgn nikmatnya sempurnalah segala kebaikan. Mari kita raih pahala yg luar biasa ... pahala amal sholeh dgn memberikan ifthor utk para penghafal quran. Semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan Rasulullah saw : "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. " HR Ibnu Hibban no 1736 . Shohih

Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Thursday, March 31, 2016




Assalamu 'alaikum
Alhamdulillah dgn pertolongan ALLOH SWT, pd Senin, tgl 21 Maret 2016,
Nama : Fauzul Iman
Usia : 24 Tahun 
Asal : banten
Lama Menghafal : 8 Bulan

Telah Khotam Menghapal Quran 30 Juz (santri ke-20 yang KHOTAM dlm PROGRAM TAHFIZH BEASISWA 30 JUZ )
Smg menjadi hafizh, da'i, Mujahid, menambah keberkahan pd dirinya keluarga, umat, bangsa dan dakwah

Kami ucapkan terimakasih yg tak terhingga kpd para donatur & siapapun yg berkontribusi untuk PROGRAM TAHFIZH QURAN BEASISWA ini,

Smg rizki terbaik yg Bpk/ ibu infakkan untuk MENCETAK AHLI QURAN diganti oleh ALLOH dgn yg lebih baik. menjadi amal jariah yg terus mengalir, diberkahi kehidupannya, diangkat derajatnya, disucikan jiwanya. dimudahkan urusannya
YA ALLOH jadikan kami dan keluarga kami sbg AHLI QURAN...aamiin!

Salam GRQ FAMILY
***
www.grqtahfizh.com
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532

Wednesday, March 30, 2016

Program Wakaf Pondok tahfizh Generasi rabbani Qurani



WAKAF ASRAMA
PONDOK TAHFIZH GRQ



Assalamu 'alaikum

Smg ALLOH memberkahi keluarga & kehidupan Bpk& Ibu.
Generasi Rabbani Qurani (GRQ). Kembali membuka kesempatan amal jariyah
" WAKAF ASRAMA lll PONDOK TAHFIZH GRQ"
Lokasi asrama di Vila Bandung Indah Cileunyi-Bandung
LT 102 m, L B 70 m jumlah wakaf yg dibutuhkan Rp 400jt

WAKAF Rp 3.920.000/m2(tanah&bangunan)

Smg Alloh memudahkan Bpk/Ibu utk mengambil kesempatan meraih Pahala yg terus mengalir ini!
Wakaf melalui:

BJB       no 0033642393100
BRI       no 074901024530532

a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
konfirmasi transfer ke :
082126976323 

Ketik: wakaf#nama#alamat#HP#tgl#Bank#jumlah wakaf .
WAKAF ASRAMA PONDOK TAHFIZH yg tlh terkumpul s/d 29 Maret 2016:
Rp 5jt dari kebutuhan Rp 400jt. Kekuranganya Rp 395jt,-

salam Pembina GRQ-Jafar 

Sunday, March 20, 2016

Bersukur Di Setiap Saat


Allah tak pernah tidur atau libur untuk memberikan nikmat bagi hamba-hamba-NYA. Kasih Sayang Allah ada dua: yakni Arrahman yang diberikan pada siapapun tanpa pandang bulu, Arrahiim yang diberikan spesial bagi hamba-Nya yang beriman dan Taat pada-Nya.

Berapapun Nikmat Allah yang diberikan akan senantiasa cukup apabila menggunakannya tanpa nafsu duniawai dan banyak mensyukurinya. Syukur akan lebih menentramkan hati.

Yaa Allah karuniakan kepada kami hati yang selalu bersyukur atas karunia-MU, sehinga Engkau golongkan kami menjadi Ahli Surga. Aamii

SALAM GRQ FAMILY :
Apabila Sahabat Al-Qur'an ingin berkontribusi untuk mencetak Hafizh QURAN. Bisa melalui Rekening GRQ:
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532
konfirmasi transfer ke :
082126976323
Ketik: Don#nama ‪#‎alamat‬ ‪#‎HP‬#tgl#Bank#jumlah

Tuesday, March 8, 2016

Amalan Saat Terjadi Gerhana

Amalan apa saja yang bisa dilakukan oleh kaum muslimin ketika terjadi gerhana?
Pertama: perbanyaklah dzikir, istighfar, takbir, sedekah dan bentuk ketaatan lainnya.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)
***
Kedua: keluar mengerjakan shalat gerhana secara berjama’ah di masjid.
Salah satu dalil yang menunjukkan hal ini sebagaimana dalam hadits dari ’Aisyah bahwasanya Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengendari kendaraan di pagi hari lalu terjadilah gerhana. Lalu Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melewati kamar istrinya (yang dekat dengan masjid), lalu beliau berdiri dan menunaikan shalat. (HR. Bukhari no. 1050). Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mendatangi tempat shalatnya (yaitu masjidnya) yang biasa dia shalat di situ. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 343)
Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.” (Fathul Bari, 4: 10)
Apakah mengerjakan dengan jama’ah merupakan syarat shalat gerhana?
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin mengatakan, ”Shalat gerhana secara jama’ah bukanlah syarat. Jika seseorang berada di rumah, dia juga boleh melaksanakan shalat gerhana di rumah. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam,
فَإِذَا رَأَيْتُمْ فَصَلُّوا
“Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah”. (HR. Bukhari no. 1043)
Dalam hadits ini, beliau shallallahu ’alaihi wa sallam tidak mengatakan, ”(Jika kalian melihatnya), shalatlah kalian di masjid.” Oleh karena itu, hal ini menunjukkan bahwa shalat gerhana diperintahkan untuk dikerjakan walaupun seseorang melakukan shalat tersebut sendirian. Namun, tidak diragukan lagi bahwa menunaikan shalat tersebut secara berjama’ah tentu saja lebih utama (afdhol). Bahkan lebih utama jika shalat tersebut dilaksanakan di masjid karena Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam mengerjakan shalat tersebut di masjid dan mengajak para sahabat untuk melaksanakannya di masjid. Ingatlah, dengan banyaknya jama’ah akan lebih menambah kekhusu’an. Dan banyaknya jama’ah juga adalah sebab terijabahnya (terkabulnya) do’a.” (Syarhul Mumthi’, 2: 430)
***
Ketiga: wanita juga boleh shalat gerhana bersama kaum pria
Dari Asma` binti Abi Bakr, beliau berkata,
أَتَيْتُ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – زَوْجَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – حِينَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ ، فَإِذَا النَّاسُ قِيَامٌ يُصَلُّونَ ، وَإِذَا هِىَ قَائِمَةٌ تُصَلِّى فَقُلْتُ مَا لِلنَّاسِ فَأَشَارَتْ بِيَدِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، وَقَالَتْ سُبْحَانَ اللَّهِ . فَقُلْتُ آيَةٌ فَأَشَارَتْ أَىْ نَعَمْ
“Saya mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha -isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam- ketika terjadi gerhana matahari. Saat itu manusia tengah menegakkan shalat. Ketika Aisyah turut berdiri untuk melakukan sholat, saya bertanya: “Kenapa orang-orang ini?” Aisyah mengisyaratkan tangannya ke langit seraya berkata, “Subhanallah (Maha Suci Allah)”. Saya bertanya: “Tanda (gerhana)?” Aisyah lalu memberikan isyarat untuk mengatakan iya.” (HR. Bukhari no. 1053)
Bukhari membawakan hadits ini pada bab:
صَلاَةِ النِّسَاءِ مَعَ الرِّجَالِ فِى الْكُسُوفِ
“Shalat wanita bersama kaum pria ketika terjadi gerhana matahari.”
Ibnu Hajar mengatakan,
أَشَارَ بِهَذِهِ التَّرْجَمَة إِلَى رَدّ قَوْل مَنْ مَنَعَ ذَلِكَ وَقَالَ : يُصَلِّينَ فُرَادَى
“Judul bab ini adalah sebagai sanggahan untuk orang-orang yang melarang wanita tidak boleh shalat gerhana bersama kaum pria, mereka hanya diperbolehkan shalat sendiri.” (Fathul Bari, 4: 6)
Kesimpulannya, wanita boleh ikut serta melakukan shalat gerhana bersama kaum pria di masjid. Namun, jika ditakutkan keluarnya wanita tersebut akan membawa fitnah (menggoda kaum pria), maka sebaiknya mereka shalat sendiri di rumah. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 345)
***
Keempat: menyeru jama’ah dengan panggilan ’ash sholatu jaami’ah’ dan tidak ada adzan maupun iqomah.
Dari ’Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau mengatakan,
أنَّ الشَّمس خَسَفَتْ عَلَى عَهْدِ رَسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فَبَعَثَ مُنَادياً يُنَادِي: الصلاَةَ جَامِعَة، فَاجتَمَعُوا. وَتَقَدَّمَ فَكَبرَّ وَصلَّى أربَعَ رَكَعَاتٍ في ركعَتَين وَأربعَ سَجَدَاتٍ.
“Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari. Beliau lalu mengutus seseorang untuk memanggil jama’ah dengan: ‘ASH SHALATU JAMI’AH’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi lalu maju dan bertakbir. Beliau melakukan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at.” (HR. Muslim no. 901) . Dalam hadits ini tidak diperintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqomah. Jadi, adzan dan iqomah tidak ada dalam shalat gerhana.
***
Kelima: berkhutbah setelah shalat gerhana
Disunnahkah setelah shalat gerhana untuk berkhutbah, sebagaimana yang dipilih oleh Imam Asy Syafi’i, Ishaq, dan banyak sahabat (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435). Hal ini berdasarkan hadits:
عَنْ عَائِشةَ رَضي الله عَنْهَا قَالَتْ: خَسَفَتِ الشمسُ عَلَى عَهدِ رَسُول الله صلى الله عليه وسلم. فَقَامَ فَصَلَّى رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم بالنَّاس فَأطَالَ القِيَام، ثُمَّ رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكُوعَ، ثُمَّ قَامَ فَأطَالَ القيَامَ وَهو دُونَ القِيَام الأوَّلِ، ثم رَكَعَ فَأطَالَ الرُّكوعَ وهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الأوَّلِ، ثُم سَجَدَ فَأطَالَ السُّجُودَ، ثم فَعَلَ في الركعَةِ الأخْرَى مِثْل مَا فَعَل في الركْعَةِ الأولى، ثُمَّ انصرَفَ وَقَدْ انجَلتِ الشَّمْسُ، فَخَطبَ الناسَ فَحَمِدَ الله وأثنَى عَليهِ ثم قالَ:
” إن الشَّمس و القَمَر آيتانِ مِنْ آيَاتِ الله لاَ تنْخَسِفَانِ لِمَوتِ أحد. وَلاَ لِحَيَاتِهِ. فَإذَا رَأيتمْ ذلك فَادعُوا الله وَكبروا وَصَلُّوا وَتَصَدَّ قوا”.
ثم قال: ” يَا أمةَ مُحمَّد ” : والله مَا مِنْ أحَد أغَْيَرُ مِنَ الله سُبْحَانَهُ من أن يَزْنَي عَبْدُهُ أوْ تَزني أمَتُهُ. يَا أمةَ مُحَمد، وَالله لو تَعْلمُونَ مَا أعلم لضَحكْتُمْ قَليلاً وَلَبَكَيتم كثِيراً “.
Dari Aisyah, beliau menuturkan bahwa gerhana matahari pernah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lantas beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dan mengimami manusia dan beliau memanjangkan berdiri. Kemuadian beliau ruku’ dan memperpanjang ruku’nya. Kemudian beliau berdiri lagi dan memperpanjang berdiri tersebut namun lebih singkat dari berdiri yang sebelumnya. Kemudian beliau ruku’ kembali dan memperpanjang ruku’ tersebut namun lebih singkat dari ruku’ yang sebelumnya. Kemudian beliau sujud dan memperpanjang sujud tersebut. Pada raka’at berikutnya, beliau mengerjakannya seperti raka’at pertama. Lantas beliau beranjak (usai mengerjakan shalat tadi), sedangkan matahari telah nampak.
Setelah itu beliau berkhotbah di hadapan orang banyak, beliau memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda,
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.”
Nabi selanjutnya bersabda,
“Wahai umat Muhammad, demi Allah, tidak ada seorang pun yang lebih cemburu daripada Allah karena ada seorang hamba baik laki-laki maupun perempuan yang berzina. Wahai Umat Muhammad, demi Allah, jika kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari, no. 1044)
Khutbah yang dilakukan adalah dua kali khutbah sebagaimana pada Khutbah Jumat dan Khutbah Ied. (Kifayatul Akhyar, hal. 202).
Sumber :
Akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal












Saturday, March 5, 2016

PILIH MANA ? PESIMIS ATAU OPTIMIS ?



Sumber : Rizki Muzakar
Oleh       : kang abdul Hahha
****
Dalam realitas kehidupan tidak semua orang memiliki kepribadian yang optimis. Sangat banyak orang membentuk dirinya menjadi pribadi pesimis. Orang-orang pesimis menularkan kekuatan pesimis kepada orang-orang di sekitarnya. Akibatnya, orang-orang optimis yang belum terlalu kuat untuk bermental optimis, pada akhirnya menjadi terpengaruh dan ikut-ikutan menjadi pesimis. Tapi tidak dengan santri yang satu ini, ia bernama Rizki mudzakar hidayatullah berasal dari Pengalengan bandung, diusianya yang akan memasuki 13 tahun ia memiliki cita-cita mulia yaitu hafal QUr’an 30 Juz.
            Sempat tidak pede untuk menghafal Al-Qur’an karna terhambat dengan Tahsinnya, namun keyakinan orangtuanya bahwa anaknya akan mampu menyelesaikan 30 Juz menjadi menjadi penyemangat. maka di bulan september 2015 Pondok Tahfizh Generasi Rabbani Qurani menjadi labuhannya.
Seiring perjalanan waktu, dengan bekal hafalan dari “nol”  akhirnya dengan waktu 6 bulan yang penuh perjuangan di pondoknya, dan al-hasil hafalannya sudah sebanyak 10.5 Juz sungguh luar biasa, ternyata tidak sampai disitu, bahkan ia telah mentasmikannya ( memperdengarkan ) dengan “MUMTAZ”  MAASYAAALLAH.
Awalnya PESIMIS akhirnya jadi OPTIMIS, itulah kata yang pas bagi Rizki Muzakar yang akrab di panggil ACIL oleh rekan seusianya, jangan hiraukan nama panggilannya tapi lihatlah mujahadah dengan alqur’annya,  terhitung dalam sehari ACIL ( nama Panggilan ) ini mampu setor 2-5 halaman, sebenernya tidak ada yg spesial dalam cara menghafalnya tapi dia ini termasuk anak yg cepat dalam menghafal, yaa itu berkat ke-istiqomahannya dalam mengulang, sekitar 15 menit dia sudah bisa menyetorkan hafalannya.  Seluruh agenda Pondok GRQ ia lahap dengan bersungguh-sungguh mulai Tahajud 1juz dhuha 1juz murajaah (mengulang) hafalan 1juz dan kegiatan lainnya dia laksanakan dengan baik.
Ada yang unik dari Santri yang satu ini, yaitu Fashion-nya ( pakaiannya )  yang yang tak pernah lepas dari kesehariannya bahkan kemanapun ia pergi, mulai dari jalan santai, ke pasar ,sampai  ke tempat-tempat perbelanjaan, anak ini tak lepas dari sorban yang melingkar di pundaknya - kopiah di kepalanya , dan Al-Qur’an di tangannya serta mulut yang tak berhenti untuk memurojaahnya”. Subhanallah…,

Semoga anak ini kelak menjadi orang yang sukses dengan Qurannya, menjadi penerang bagi agamanya, keluarganya, dan  Semoga surge yang terbaik Allah berikan kepadanya. Amin…

kisah singkat ini semoga menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita semua ( pembaca ) 

 Wallahu a'lam bishshowab

Friday, March 4, 2016

MULAI DULUAN, SIAPA TAKUT,,,,??? ( Nasehat santri )




Oleh:Fujiansyah
Editing : Kang Abdul Hahha
****
 Masih ingat ketika islam menguasai hampir sepertiga tanah bumi, pasukan mereka di kenal sebagai pasukan tangguh, datang dari jauh, sampai bejana yang jatuh di raih dengan sungguh-sungguh. Apalagi jika satu orang di antara meraka dibunuh, maka gemuruh kemarahannya-pun berlabuh. Pasukan musuh di buat terkejut dengan di kalahkan pasukan yg jumlahnya berpuluh-puluh, dialah pejuang islam yang bersungguh-sungguh membentuk barisan yang tangguh, tidak pernah mengeluh, dihatinya hanya Allah yang ia labuh sampai syurganya diraih dengan kebahagiaan yang penuh.
Luar biasa,,,!! mereka adalah pasukan yg di kenal sedikit tidur yang bangun di awal subuh. Yaps… agenda rutinitasnya ia lahap tanpa batas. Namun sayangnya ia sering luput dari perhatian. "Sang pembunuh produktivitas ( waktu ) " yang satu ini memang sungguh luar biasa, korbannya dibius hingga terlena dan menikmati keadaan. Di buat lupa akan tugas, yg harusnya selesai malah terlewat begitu saja. Sementara tugas yg lain masih belum siap di hadapi. Ia di buat putus asa, dengan tugas yg ternyata lebih banyak daripada waktu yg ada. Hingga akhirnya ia tersadar hingga nasehat waktu menimpanya, kembali jam terbang yg mententukan ahli tidak nya dalam suatu bidang. Bukankah menyenangkan bisa menyelesaikan tugas lebih awal, maka tugas yang lain akan terasa ringan.
Apalagi urusan ibadah, bukannya lebih menyenangkan jika masuk surga lebih dulu. lebih awal akan menjanjikan kesuksesan, kita akan lebih banyak waktu untuk mengkoreksi pekerjaan, selain bisa memastikan hasil yang sempurna, apabila selesai lebih awal maka akan membuat istirahat lebih tenang. Tidak masalah cerdas atau tidak, ganteng atau tidak, keturunan kaya atau sebaliknya.
Marilah kita raba, bangun dan bergegas bekerja lebih ekstra, karna yang lebih ekstra yang kan menggapai dunia dan syurganya. 

Thursday, March 3, 2016

Larangan Bakhil



Kikir dalam bahasa Arab disebut sebagai bakhil dan menurut istilah berarti sifat seseorang yang amat tercela dan hina, tidak hendak mengeluarkan harta yang wajib di keluarkan baik dalam ketentuan agama seperti zakat, nafkah keluarga atau menurut ketentuan perikemanusiaan seperti sedekah, infak, dan hadiah (Aip Hanifatu Rahman, 2009:-).  Imam Ibnu Jauzi dalam kitabnya at-thibbu ar-ruhi mendefinisikan kikir sebagai sifat enggab menunaikan kewajiban, baik harta benda ajau jasa (Joko Harismoyo, 2013).
Larangan berbuat kikir
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra’ ayat 29
“dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan pula engkau terlalu mengulurkannya (sangat pemurah) nanti kamu akan menjadi tercela dan menyesal”. Maksud dari ayat ini adalah mengingatkan kita agar tidak terlalu kikir dan jangan pula terlalu pemurah.
Dalam tulisan milik Aip Hanifatu Rahman, 2009:- perbuatan kikir disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Karena hartanya merasa milik sendiri
2. Karena takut harta mereka berkurang. Hal ini sebagai mana tercantum dalam firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 268
“setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui”
3. Tidak punya rasa kasih sayang
4. Merasa drinya lebih dari orang lain.
Bahayanya kikir
Bahaya dari sifat kikir tercantum dalam beberapa surat dalam Al-Qur’an seperti di bawah ini
Surat Ali-Imran ayat 180
“dan janganlah sekali-kali orang-orang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada  mereka dari Karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) padahari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
Naauzubillah mindzalik, betapa buruknya sifat kikir ini. Dalalam surat itu telah dijelaskan bahwa apa yang ada di langit dan di bumi merupakan milik Allah semata. Allah SWt yang Mahakaya, Mahakuasa atau apa yang ada di langit dan di bumi adalah yang Maha Pemberi yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada setiap makhluknya. Rasanya sangat tidak antas jika kita sebagai manusia yang lemah dan hina ini mempunyai sifat yang buruk ini. Sangat tidak pantas.
Dalam Al-Qur’an Surat Al-Lail ayat 8-11
“dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah), serta mendustakan (pahala)yang terbaik, maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kesukaran (kesengsaraan).
Surat ini telah jelas ancaman bagi orang-orang yang kikir bahwa mereka akan dimudahkan jalan kesukaran baginya. Astaghfirullah jauhkanlah sifat buruk ini ya Allah
Tujuh kerugian orang bakhil (kikir)
Abu Bakar’Ashidiq RA.berkata: “orang yang bakhil atau kikir tidak bisa lepas dari salah satu tujuh perkata berikut:
1.     Ketika ia mati, hatnyanya akan diwarisi oleh orang yang akan menghabiskan dan membelajnjakannya untuk sesuatu yang tidak diperintahkan Allah
2.     Allah akan membangkitkan penguasa zhalim yang akan merenggut seluruh hartanya setelah menyiksanya terlebih dahulu
3.     Allah menggerakkan dirinya untuk menghabiskan harta bendanya
4.     Muncul ide padadirinya mendirikan bangunan di tempat yang rawan bencana, sehingga bangunan berikut semua harta yang disimpan di dalamnya lalu ludes
5.     Dia ditimpa musibah yang dapat menhabiskan hartanya, seperti tenggelam, etrbakar, mengalami pencurian dan sebagainya
6.     Dia tertimpa penyakit kronis sehingga hartanya habis untuk berobat
7.     Dia menyimpan hartanya di sebuah tempat,kemudian ia lupa tempat itu,sehingganya hartanya hilang.”
Rasulullah SAW bersabda:”hati-hatilah dari sifat kikir kerana sesungguhnya ia telah menghancurkan umat-umat sebelum kalian.” (H.R.muslim)
Hadist lain yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi
“tidak akan masuk surga orang-orang yang menipu,bakhil (kikir) dan orang-orang yang buruk mengurus miliknya.”
Riwayat lain yang juga diriwayatkan oleh At-Tirmidzi
dan orang-orang yang bakhil (kikir) itu jauh dari Allah, jauh dari manusia, jauh dari surga dan dekat pada neraka”
Rasulullah SAW bersabda “ tidak ada penyakit (hati) yang lebih berbahaya dari sifat kikir”. (cari sumbernya)
Imam Ali bin Abi Thalib (ra) berkata: jadilah orang yang dermawan tapi jangan jadi pemboros. jadilah orang yang hidup hemat,tapi jangan jadi orang yang kikir.(Al-Mukhtarah min Hikam Amiril Mukminin sa: 14 dalam akun instagram bertahajudlah)
Cara Menghindari Sifat Kikir
Dikutip dari tulisan Aip Hanifatu Rahman, 2009:- dan Joko Harismoyo, 2013 ada beberapa cara menanggulangi sikap buruk ini antara lain:
1. Keyakinan bahwa segala sesuatu milik Allah semata.ini seperti surat Ali-Imran ayat 180.
2. Banyak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan
3. Motivasi untuk bersedekah seperti dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 261
“perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratur biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas Maha mengetahui.
4. Senantiasa merenungi bahwa mereka yang tidak mampu merupakan saudara kita
Doa Terhindar dari Kikir
Saya mendapatkan beberapa doa yang dapat kita panjatkan agarterhindar dari sikapkikir diantaranya dikutip dari Pusat Kajian Hadis (-). Dari Sa’ad Ibn Abu Waqqash ra. Bahwasanya Rasulullah SAW, itu berta’awudz setiap selesai shalat dengan kalimat-kalimat ini (yang artinya):
“ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-MU dari dikembalikkannya aku ke masa usia yang sangat lemah, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlndung kepada-Mu dari fitnah alam kubur. (HR Al-Bukhari)
Dikutip dari tulisan Muhammad Abduh Tuasikal, 2012 ada sebuah doa yang berisipermintaan agar kita terhindar dari kikir yang diambil dari buku Ad Du’aa’ min Al Kitab wa As Sunnah yang disusun oleh Syaikh Dr. Sa’id bin Wahf Al Qathani hafidzahullah. doa tersebut adalah Allahumma qinii syuhha nafsii,waj’alnii minal muflihiin “Ya Allah, hilangkanlah dariku sifat pelit (lagi tamak), dan jadikanlah aku orang-orang yang beruntung”.