Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Friday, February 26, 2016

TAHFIZH KU BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Kisah si anak Kalimantan Part 2 )

Sumber :  Fujiansyah Al-hafizh
Editing : Kang abdul haha

                                                                                      *****

 Malam itu tiba-tiba suasana berubah menjadi tegang dan gelisah, karna tidak  aku sangka sebelumnya. Orang tuaku tidak setuju dengan keputusanku melanjutkan pendidikan ke ranah Tahfizh. Begitupun dengan guru sekolahku, mereka selalu beranggapan bahwa aku terburu-buru dengan keyakinanku untuk bercita-cita menjadi hafizh qur’an  dan mereka juga berkeyakinan aku belum terlalu matang terjun ke dunia  Tahfizh diusiaku yang masih muda yaitu 15 tahun . namun dengan niat yang kuat, tekad yang menggebu-gebu bahwa allah akan selalu bersamaku  disaat hati ini tertuju kepadanya, akhirnya aku dapat memberikan pemahaman kepada mereka bahwa aku ingin meletakannya mahkota dan jubah kemuliaan al-qur’an di yaumul akhirat kepada mereka, hanya ada tetesan air mata yang terlihat dimatanya ketika ungkapan ini tertuju di telinganya. Dan merekapun akhirnya menyetujui untuk mewujudkan cita-citaku ini. 
     Keputusanku terjun ke dunia Tahfizh bukan tanpa alasan, selain aku merasa jam qur’anku kurang sekali maka disitulah aku bertekad menebus  waktu yang hilang itu dengan memaksimalkannya dalam program Tahfizh nanti, alasan lain adalah keadaan kampung halamanku yang dirasa masih kurang dakwah kequr’annanya maka Disitulah aku mulai di tegur waktu, akulah yg harus terjun dan berjihad disana. Diwaktu yang lain, aku pernah di buat terkagum-kagum oleh anak guru ngajiku, Di usianya yang masih belia dengan hafalan-nya yang banyak dan bacaan al-qur’annya yang menyentuh hatiku disitulah aku termotivasi untuk bisa seperti dirinya. Dan akhirnya aku memutuskan untuk ‘’Fastabiqul Khairat’

Tibalah waktunya, tanggal 29 agustus 2014 akupun masuk GRQ ( pondok Tahfizh generasi Rabbani qurani ) yang berada di Cileunyi – Bandung Jawa Barat, lembaga inilah yang menjadi pilihanku di waktu itu, hari pertama allah mempertemukan ku dengan sahabat yang begitu baik dan sholeh dialah yang menjadi patner selama mengahaflku selama di lembaga Tahfizh GRQ namanya adalah Alfan, meskipun kami sama-sama dari Pontianak,kami belum pernah kenal sebelumnya kami dipertemukan di lembaga Tahfizh ini tanpa ada perjumpaan sebelumnya. 


Di hari itu aku sempat di buat kaget  oleh lembaga Tahfizh ini dengan agenda PROGRAMNYA yang serba 1 juz, Tahajjudnya 1 juz, duha 1 juz, tilawah 1 juz per hari, dengan di tambah beberapa agenda quran yang lainnya. Sempat berfikir inilah yang harus aku lalui jika ingin kembali kepada niatku yang awal yaitu aku ingin meletakannya mahkota dan jubah kemuliaan al-qur’an di yaumul akhirat kepada mereka, dengan tidak perlu banyak berfikir,  mujahadah, berlelah-lelah bersama al-qur’an adalah pilihanku untuk menjadi kekasih Allah Amin.


Tiga bulan sudah akau lewati di lembaga Tahfizh GRQ saat itu, namun aku masih blum bisa menyusuaikan perasaanku dengan keadaan dan suasana lembaga Tahfizh GRQ ini, sejenak ku menghubungi orangtuaku di telepon, dengan nada merintih di telinga ibuku , aku mengungkapkan ketidak betahanku  ’’aku gk betah bu,aku pengen pulang’’. Kata-kata itu selalu di ulang-ulang ketika berkomunikasi dengan orangtuaku di telepon, namun lagi-lagi jawaban sang ibu adalah ’’ya kalau mau pulang harus selesai dulu, makannya cepat selesain biar cepat pulang’’. Tetesan air mataku tidak bermakna disaat cita-citaku belum ku raih hanya ada kata : ”Semangat pantang pulang sebelum khatam”,



Dan akhirnya tidak pernah di rencanakan sebelumnya aku dan sahabatku alfan  dapat menyelesaikan setoran hafalan selama tujuh bulan. Kuncinya adalah mujahadah, bermukabadah dengan al-qur’an, puasa sunah,bangun lebih awal adalah kunci keberhasilanku. Dan aku sadar, hanya jam terbang yg membuatku akan ahli dalam menguasai suatu bidang,dan satu-satunya cara agar jam terbangnya panjang adalah bangun lebih awal disaat yang lain tertidur.

6 bulan lebih berjalan. Selasa, tepatnya 24 maret 2014. hari terakhir setoran,acara sudah selesai,aku memperhatikan temen-temenku ustad,dan hadirin yg hadir ikut dalam suasana haru,perasaaku campur aduk,seneng bisa selesai setoran.disamping itu sedih juga karna hasilnya masih segitu. tpi aku tidak mau menuntut lebih atas kehendak ini ,hasil yg di dapat adalah cerminan usahaku, alhamdulillah. tidak lama setelah itu,keluargaku menepati janjinya. aku pulang,setengah bulan di rumah membuatku di tegur waktu. Respon keluarga atas pencapaian ku masih belum bisa membuat mereka bahagia.karna alasan itu aku kembal lgi ke pesantrenku GRQ, “ aku harus bisa lbih dari sebelumnya,aku harus lebih baik dari sebelumnya,hanya dengan itu aku bisa membuatku semua bahagia ”.

    Di pesantren aku memulai kembali, 3 bulan bermujahadah, bermukabadah, dan alhamdulilah di tanggal 27 – 28 februari 2016 akupun dapat berkesempatan mentasmikan hafalanku 30 juz, sebuah pencapaian yang diluar dugaan dari hasil kerja kerasku untuk senantiasa bersama al-qur’an dan tentunya Allah.  aku hanya perlu menikmati suasana sekrang. mengupayakan dan merubah agenda al-quranku  menjadi cinta, karena dengannya hati ini menjadi sejuk dan tenang.

hingga tulisan ini di buat, alhamdulilah  aku masih di tetapkan di jalan ini, terima kasih GRQ, ustad jafar, para musyrif yg telah membimbingku dan sahabatku yang sholeh telah mendukung serta semua yg berpartisipasi, semoga kita di istiqamahkan selalu bersama quran ,sehingga kita semua kembali dan dikumpulkan di jannahNya. Amin…

Allahummarhana Bil Quran,,semoga allah merahmati kita dengan alquran.

1 comment: