SETOR DAURI

Santri di bagi beberapa kelompok, minimal satu kelompoknya 6-12 orang, kemudian santri berjajar panjang dan setiap santri harus memperdengarkan bacannya kemudian ditashih oleh ustadznya baru dihafalkan secara bergantian.

AGENDA TASMI 10-30 JUZ

Agenda tasmi ini bertahap dari 5 juz terlebih dahulu, 10 juz hingga 30 juz. sedangkan agenda tasmi harian yakni 1 juz tujuannya agar hafalannya mengalir seperti alfatihah

PROGRAM WEEKEND QURANI

Program weekend qurani ini dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni sabtu - minggu. dengan menu kegiatan ziyadah, murojaah, setor hafalan, tahadjud 2-3 juz, muhadloroh dan taujih dari para musyrif GRQ

HAFLAH PONDOK TAHFIZH GRQ

Kegiatan haflah ini di laksanakan ketika santri sudah menyelesaikan hafalannya 30 juz, dalam acara tersebut santri harus menyetorkan hafalan terakhirnya kepada musyrif di depan jamaah dan santri lainnya.

PHOTO BERSAMA

PESERTA TASMI' AKHWAT PADA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GENERASI RABBANI QURANI

PROGRAM IFTHOR SENIN KAMIS PONDOK TAHFIZH GRQ

Bismillah Alhamdulillah yg dgn nikmatnya sempurnalah segala kebaikan. Mari kita raih pahala yg luar biasa ... pahala amal sholeh dgn memberikan ifthor utk para penghafal quran. Semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan Rasulullah saw : "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. " HR Ibnu Hibban no 1736 . Shohih

Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Friday, March 27, 2015

Dokumentasi Haflah ke 2 GRQ


Dokumentasi kegiatan HAFLAH ke 2 GRQ ( Generasi Rabbani Qurani ) 
24-03-2015 Villa Bandung Indah, Cileunyi Bandung.


Kegiatan Haflah ini sudah rutin dilaksanakan disetiap ada santri yang khotam Tahfizh Quran 30 juz,
Dalam acara tesebut santri yang khotam akan Mentasmikan setoran terakhirnya sebanyak setengah Juz di hadapan santri yang lain, ustadnya, tamu undangan, dan masyarakat setempat. dan Haflah yang ke 2 pada tanggal 24-03-2015 Alhamdulillah diberikan kelancaran. 

Di Haflah yang ke 2 pada tanggal 24-03-2015 Alhamdulillah GRQ melahirkan 2 Hafizh Quran yang rajin berpuasa daud beliau bernama : Fujiansyah dan Nurwahid Alfan.

     











SUSUNAN ACARA HAFLAH :

1. Pembukaan
2. Sambutan dan Taujih ( Ust. Jafar Sidik S.Pd.I)
3. Tasmi 1/2 juz
4. Doa Khotam ( Ust. Jafar Sidik S.Pd.I )
5. Kesan-pesan dari santri yang Khotam. 

Thursday, March 26, 2015

KETIKA UPIN-IPIN JADI HAFIZH QURAN

Ketika disebut kata Upin dan Ipin,maka kita langsung membayangkan sosok dua anak kembar yang memiliki banyak kesamaan.Sama dalam keluarga, usia dan aktifitas kesehariannya.Alasan itu juga yang membuat kami menyebut dua santri pesantren GRQ Bandung dengan Upin Ipin.Sejatinya mereka berdua bukan saudara kembar.Sebelum di GRQ mereka bahkan belum saling mengenal.Tapi kedua santri ini memiliki banyak kesamaan.Sama-sama berumur 16 tahun dan sama-sama dari Pontianak.Saat pertama kali datang ke GRQ mereka juga datang pada hari yang sama.Hingga akhirnya selesai menghafal pun pada hari yang sama dan melaksanakan haflah bersama-sama.
Dalam rutinitas sehari-hari juga demikian.Mereka berdua adalah santri yang pertama kali bangun untuk sholat tahajjud 1 juz.Yang paling semangat dalam setor hafalan baru dan setor murojaah.Begitu juga dalam melaksanakan program-program harian pesantren yang lain.Seperti Dluha 1 juz,murojaah sendiri 1 juz,tilawah 1 juz dan murojaah berjamaah satu juz.Kedua santri ini adalah santri yang paling rajin.Mereka juga yang menjadi pelopor puasa Daud di lingkungan pesantren GRQ.Sebelumnya sudah banyak santri yang rutin menjalankan puasa Senin Kamis.Tapi semenjak mereka berdua rutin puasa Daud,akhirnya sekitar 90% santri ikhwat akhwat pun rajin puasa Daud seperti mereka berdua.Dalam kegiatan-kegiatan lain seperti memasak dan kebersihan,mereka berdua juga selalu terdepan.
Kedua santri itu adalah Fujiansyah dan Nurwahid Alfan.Mereka datang di pesantren GRQ akhir agustus 2014 dan itu adalah untuk pertama kalinya mereka belajar di pesantren tahfizh.Alhamdulillah dengan izin Allah,pada Selasa 24 Maret 2015 kemarin mereka telah menyelesaikan hafalan Qurannya.Saat mereka mentasmi’kan hafalan terakhirnya pada haflah yang diselenggarakan di masjid An-nur Vila Bandung Indah,tidak hanya mereka berdua yang tidak mampu menahan air mata.Tapi juga para jamaah yang hadir.Salah satu jamaah yang memberikan sambutan berkata bahwa beliau merasa senang sekali bisa hadir di acara haflah tersebut.Menyaksikan dan mendengar kisah dua hafizh muda ini menguatkan keinginannya untuk memiliki anak yang sholeh dan mencintai Alquran.
Dalam sambutannya,Fuji dan Alfan mengingatkan kembali akan pentingnya mujahadah dalam proses menghafal Quran.Mereka mengatakan bahwa karakter Alquran itu pencemburu.Berinteraksi dengan Alquran tapi sambil melakukan aktifitas yang lain adalah tindakan menduakan Alquran.Mereka juga menjelaskan bahwa proses yang mereka jalani bersama Alquran sama sekali tidak berhenti pada haflah hari itu saja.Di hadapan mereka masih terbentang jalan yang panjang untuk terus bersama Alquran.Memahami,memperjuangkan dan menjaganya (murojaah).Mereka sangat sepakat dengan sebuah ungkapan yang menyatakan bahwa,”Wisuda penghafal quran yang sebenarnya adalah nanti di hari mahsyar.Saat semua manusia menghadap Allah subhaanahu wata’aala.
Meskipun Fuji dan Alfan menyelesaikan hafalan Alquran selama tujuh bulan,tapi kwalitas hafalan keduanya sangat bagus untuk ukuran usia dan waktu menyelesaikan hafalannya.Selama ini mereka berdua juga sering menjadi andalan dalam kegiatan-kegiatan tasmi’ (memperdengarkan hafalan).Bahkan ketika pesantren mengadakan kegiatan tasmi’ lima juz,mereka berdua juga yang pertama kali mampu melaksanakannya.Saat itu fuji mentasmi’kan hafalan juz 16 sampai juz 20,sedangkan alfan juz 21 sampai juz 25.
Dari segi kemampuan menghafal quran,sebenarnya Fuji dan Alfan mampu menyelesaikan lebih cepat dari yang target yang sudah dicapai.Suatu ketika ada yang mendorong mereka agar mau mempercepat proses menghafalnya.Tapi Fuji dan Alfan tidak menerima usulan tersebut.Dalam keyakinan mereka,proses untuk menjadi hafizh Quran bukan hanya sekedar mengejar setoran.Karena disaat yang sama,usaha untuk murojaah dan meningkatkan kualitas hafalan juga harus mendapat perhatian yang besar.


Betul betul betul…. ?? :)


Thursday, March 19, 2015

Pamflet Penerimaan santri Baru TP ( Tahfizh Plus )


Sunday, March 15, 2015

Famplet Penerimaan Santri baru GRQ


Wednesday, March 4, 2015

INFORMASI PENERIMAAN SANTRI BARU TPH


PENERIMAAN SANTRI BARU 
Program TAHFIZH 30 JUZ plus home shcooling ( TPH )*** (Peserta terbatas).

                                                     Keunggulan lulusannya ingsyaallah :

A. Hafal Quran 30 juz, 
B. bisa membaca kitab gundul. 
C. Memahami durusul islamiyyah ( aqidah,fiqih, akhlak, siroh, ulumul quran ) dari kitab aslinya, . 
D.memiliki pengetahuan umum yg memumpuni dalam sains dasar dan bahasa.
E. Tertarbiyah .


Syarat2 santri :
1. Lulusan SMP/MTS ( Usia 15-17)
2. FotoCopy ijazah terakhir
3. Riwayat Hidup
4. FC KK
5. Photo 3x4 6.
6. Surat sehat dari dokter
7. Surat kelakuan baik dari sekolah
8. Surat ijin dari orang tua/wali

9. Sudah Fashoh dlm tilawa
10. Siap mengikuti peraturan yang berlaku
11. Lulus seleksi pendaftaran melalui : grqtahfizh@gmail.com > PIN                                                        BB : 280BC769 , > 085603188957 ( abdul aziz S.Kom.I ). 



Ketik : Daftar TPH#nama# ttl # alamat # HP # email # Pin bb # Nama ayah # Pekerjaan # HP/Tlp/ # alamat # nama ibu # Pekerjaan . 

Pendaftaran sampai 30 juni 2015, apabila sudah memenuhi kuota pendaftaran ditutup.








Sekertariat : Kmplek Villa Bandung Indah B5-7 Cileunyi Bandung, Tlp. 082126976323, PIN BB :7CBEA647 , Web. www.grqtahfizh.com , fb. pesantren generasi rabbani qurani. 

FORMULIR PENDAFTARAN SANTRI BARU TPH

Powered by 123ContactForm | Report abuse

Monday, March 2, 2015

PROGRES SANTRI BULAN FEBRUARI 2015



Inilah Progres hafalan santri sementara februari 2015
 dibulan ini 1 santri sudah khotam yakni :
Nama : Muhamad Baden 
Asal : Bogor 
Usia : 25 Tahun
Teleh menyelesaikan hafalan dalam dawktu 4 bulan 15 hari, berikut dokumentasi Haflah Santri tersebut :







Sunday, March 1, 2015

Sudah Berkeluarga Tapi Bisa Menghafal Alquran 30 Juz. Kenapa Tidak?




Alasan yang sering dipakai seseorang untuk tidak menghafal Alquran (sampai selesai) adalah karena dia sudah berkeluarga.Kesibukan dan amanah yang bertambah tak pelak menjadi pertimbangan untuk tidak meneruskan hafalan.Bahkan tidak menghafal sama sekali.


Namun alasan ini sama sekali tidak berlaku buat Muhammad Baden Nur Jaman.Santri dari Bogor yang pada hari Rabu (11-2-2015) kemarin berhasil menyelesaikan hafalan Alquran nya di pesantren GRQ (Generasi Robbani Qurani) Bandung.Dengan disaksikan asatidz,para santri dan jamaah masjid An-nur villa Bandung indah,Akh Baden menyetorkan hafalan terakhirnya,sepuluh halaman akhir juz 24 (1/2 juz).



Padahal Akh Baden adalah santri yang sudah punya istri.Bahkan pengantin baru.Ketika awal masuk di pesantren dia masih berstatus singel seperti santri yang lain.Walaupun dari segi usia dia memang paling tua,25 tahun.Nah,setelah berjalan tiga bulan ternyata akh Baden pengen nikah.Waktu itu dia sudah medapat 15 juz.Keputusan menikah ini sebenarnya sangat mengagetkan sekaligus mengecewakan pihak pesantren.



Namun menjadi pengantin baru ternyata tidak membuat akh Baden lupa dengan Alqurannya.Setelah dua bulanan menikah ternyata keinginan untuk menyelesaikan hafalan masih kuat.Akhirnya,dengan motivasi sang istri yang juga mahasiswi UIN Jakarta,akh Baden punya semangat kembali untuk menyelasaikan hafalan.Targetnya pun fantastis,sisa 15 juz mau dia selesaikan selama satu bulan.Alhamdulillah dengan izin Allah target itu tercapai.Setiap harinya (kecuali hari libur) akh Baden menyetorkan setengah juz dengan lancar.Tidak hanya itu,program-program murojaah dari pesantren berupa tahajud 1 juz,dhuha 1 juz dan tilawah 1 juz juga dilaksanakan dengan baik.Bahkan karena dia adalah alumni Lipia (i’dad),ia juga diminta untuk mengajar bahasa arab.



Dalam sambutannya,akh Baden bercerita bahwa keinginan untuk menjadi hafizh quran muncul setelah ibunya meninggal.Sebagai anak,akh Baden tidak hanya terpukul karena kepergian ibunya,tapi juga sangat menyesal karena merasa belum bisa membahagiakannya.Dari situlah azam untuk menjadi hafizh quran muncul.Dalam keyakinannya,masih ada kesempatan untuk membahagiakan ibunya yang telah tiada.Dengan menjadi seorang hafizh quran,ia berharap bisa memakaikan mahkota kemuliaan untuk ibunya di akhirat kelak.



Di pesantren GRQ,akh Baden adalah alumni kedua yang menyelesaikan hafalannya dengan status sudah berkeluarga.Beberapa bulan sebelumnya,seorang santri yang sudah memiliki dua anak juga berhasil menyelesaikan hafalannya di pesantren GRQ.Jadi agar santri tersebut bisa menjadi hafizh quran,dia rela meninggalkan istri dan dua anaknya yang masih kecil.