SETOR DAURI

Santri di bagi beberapa kelompok, minimal satu kelompoknya 6-12 orang, kemudian santri berjajar panjang dan setiap santri harus memperdengarkan bacannya kemudian ditashih oleh ustadznya baru dihafalkan secara bergantian.

AGENDA TASMI 10-30 JUZ

Agenda tasmi ini bertahap dari 5 juz terlebih dahulu, 10 juz hingga 30 juz. sedangkan agenda tasmi harian yakni 1 juz tujuannya agar hafalannya mengalir seperti alfatihah

PROGRAM WEEKEND QURANI

Program weekend qurani ini dilaksanakan setiap akhir pekan, yakni sabtu - minggu. dengan menu kegiatan ziyadah, murojaah, setor hafalan, tahadjud 2-3 juz, muhadloroh dan taujih dari para musyrif GRQ

HAFLAH PONDOK TAHFIZH GRQ

Kegiatan haflah ini di laksanakan ketika santri sudah menyelesaikan hafalannya 30 juz, dalam acara tersebut santri harus menyetorkan hafalan terakhirnya kepada musyrif di depan jamaah dan santri lainnya.

PHOTO BERSAMA

PESERTA TASMI' AKHWAT PADA GEBYAR PEKAN PARADE TASMI GENERASI RABBANI QURANI

PROGRAM IFTHOR SENIN KAMIS PONDOK TAHFIZH GRQ

Bismillah Alhamdulillah yg dgn nikmatnya sempurnalah segala kebaikan. Mari kita raih pahala yg luar biasa ... pahala amal sholeh dgn memberikan ifthor utk para penghafal quran. Semoga kita mendapatkan apa yang dijanjikan Rasulullah saw : "Barangsiapa memberi makan untuk berbuka orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti mereka tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. " HR Ibnu Hibban no 1736 . Shohih

Social Networks

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports

Recent comments

About me

Follow by Email

Sponsor

Most Popular

Thursday, December 31, 2015

Pelita Hidupku

Pelita Hidupku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Pikiranku melayang ke masa silam. Hari-hariku terselip dengan berbagai sensasi. Ocehan ibu dan ayah tak pernah terhiraukan dalam nuraniku. Yang hanya terpikir dalam benakku hiruk pikuk canda tawa di setiap hariku.
Sering kali ibu termenung dengan memasang wajah murung hingga meneteskan deraian air mata dari raut wajahnya. Huruf demi huruf merangkai berbagai kalimat yang dipanjatkan setiap menghadap sang khaliq demi mewujudkan kesadaran akan kesesatan dalam jiwa dan raga sang anak.
Rasa bersalah tak pernah tersirat dalam benakku. Maaf yang meluncur dari bibirku tak pernah terdengar oleh sang indera. “Akankah amanah Tuhan mampu aku taklukkan?” kata ibu. Tangisan air mata mengucur di mata ibu.
Semangat itu tdak pernah hilang, pantang menyerah dalam membimbingku. Kesabaran dan ketabahan yang menjadi senjata ibu dan ayah demi menghasilkan generasi yang berkualitas bagi Negara. Cinta dan kasih sayangnya sungguh sangat luar biasa.
Berbagai pelajaran telah kupetik, siraman rohani yang mengalir di sekujur tubuhku. Nasehat telah merasuk di jiwaku. Kepahitan-kepahitan masa silam telah sirna terbawa terpaan
... baca selengkapnya di Pelita Hidupku Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Tuesday, December 22, 2015

PROGRAM AKHIR SEMESTER ( RIHLAH & STUDY TOUR KE PESANTREN AL-MUNAWWIR YOHYAKARTA )

Alhamdulilah...
Kunjungan Study Tour dan rihlah ke yogyakarta tanggal 16-19 Desember telah selesai.
Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah menitipkan amanah sebgaian rezekinya untuk untuk program Rihlah & Study Tour ke pesantren Al-Munawwir Krapyak yogyakarta - Masjid Jogokaryan . Mudh-mudahan allah menggantinya dengan pahala yang berlipat ganda. dan surganya ,- Ya Robb jadikan kami dan keluarga kami sbg Ahli Quran yg merupakan keluarga Mu dan pilihan Mu. Aamiin
Salam GRQ FAMILY
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532
Berikut Dokumentasinya.






Tuesday, December 15, 2015

KENAPA HARUS MENGHAFALAL-QUR'AN ???





Oleh : Pondok Tahfizh GRQ Bandung

Ketika seseorang ingin menghafal Alquran di sebuah lembaga atau pesantren tahfizh,seringkali yang ditanyakan adalah metode yang digunakan.Biasanya pertanyaannya adalah ; " Disini pakai metode apa?".Sikap seperti itu adalah wajar.Namun harus diakui,yang berusaha mencari tahu 'Apa tujuan dari kegiatan menghafal Al-Quran agaknya masih jarang.Padahal pertanyaan ini lebih mendasar.Sebagai akibatnya,masih banyak para penghafal Alquran yang belum paham tujuan dari menghafalkan Alquran. Atau bisa jadi dia sudah paham,tapi pemahamannya kurang tepat.
Secara umum,tujuan menghafal Alquran adalah mencari ridlo Allah.Tapi tujuan yang lebih spesifik tentu juga ada.Dan jika kita memperhatikan sejarah orang-orang sholih dan buku-buku tentang tahfizhul quran yang ditulis oleh ahlinya,maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tujuan dari menghafal Alquran adalah agar seseorang dekat dan cinta dengan Alquran.Dengan kata lain,tujuan menghafal Alquran bukan "hanya" menghafal teks-teks Alquran itu sendiri.Tapi lebih dari itu,yaitu agar seseorang manjadi dekat dan cinta dengan Alquran.Ini juga yang ingin disampaikan Ustadz Deden Makhyarudin dalam buku beliau "Rahasia Nikmatnya Menghafal Al-Quran".Penting untuk dicatat,Ustadz Deden adalah satu-satunya orang Indonesia yang berhasil meraih juara satu lomba tahfizh dan tafsir 30 juz level internasional.Dalam buku tersebut juga ditegaskan bahwa "Menghafal Al-Quran itu tidak membutuhkan metode.Tapi yang dibutuhkan adalah NIAT,MUJAHADAH & ISTIQOMAH".Di dalamnya juga dijelaskan bahwa ; "Wisuda hafizh yang sesungguhnya adalah ketika manusia berkumpul di padang mahsyar." Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa salah satu tujuan menghafal Alquran adalah agar menjadi manusia-manusia robbani. (Lihat tafsir surat Ali Imron : 79)
Benar bahwa kedekatan dan cinta kepada Alquran bisa diraih tanpa menjadi penghafal Alquran. Tapi seperti yang sudah terbukti,proses menghafal Alquran akan melahirkan kedekatan dengan rasa dan nuansa "yang berbeda".Dengan cinta kepada Alquran,keinginan untuk memiliki hafalan Alquran yang berkualitas juga lebih mudah dan lebih cepat untuk diraih.Cinta kepada Alquran juga akan memudahkan seorang muslim untuk memenuhi kewajiban-kewajiban terhadap Alquran yang lain.Yaitu memahami dan mengamalkannya.Begitu pentingnya kedekatan dan cinta Alquran ini,hingga mantan perdana menteri Inggris, William Ewart Gladstone,pernah berkata secara terang-terangan kepada salah satu media inggris ; “Selama kaum muslimin memiliki alQur’an, kita tidak bisa menundukkan mereka, kita harus mengambilnya dari mereka, menjauhkan mereka dari Al-Qur’an, atau membuat mereka kehilangan rasa cinta kepada AlQur’an”.
Maka dari itu,sudah selayaknya sebuah lembaga atau pesantren tahfizh tidak "hanya" memfasilitasi santri agar bisa menjadi penghafal Alquran.Tapi juga membina dan mentarbiyah santri agar mereka menjadi pemuda-pemudi robbani yang cinta dan ingin selalu dekat dengan Alquran.
Menghafal Al-Quran juga salah satu cara yang efektif agar seseorang meraih hikmah dari Allah.Karena jika aktifitas menghafal Al-Quran adalah cara yang efektif agar kita dekat dengan Al-Quran, maka kedekatan inilah yang akan membawa seseorang pada curahan Hikmah dari Allah.Untuk itulah,dalam Al-Quran, kata al-Hikmah seringkali bersanding dengan kata al-Kitab (Surat Al-Baqoroh 129 & 151, Aali Imron 48,An-Nisa 54 & 113,Al-Maidah 110,al-Jumah 2).Di surat Al-isro' ayat 36,Al-Quran juga disebut dengan Al-hikmah.
Tentang bagaimana Hikmah ini dan bagaimana pengaruhnya pada diri seseorang,(diantaranya) bisa kita cermati dari ungkapan intelektual muda muslim Amerika,Nu'man Ali Khan.Beliau menegaskan bahwa " Semakin kamu mempelajari al-Qur'an dengan serius, semakin ia akan membuatmu rendah hati dengan sendirinya. Seakan-akan kamu selalu diingatkan bahwa kamu sebenarnya tidak tahu apa-apa."Atau seperti pengakuan Sayyid Quthb : "Saya tidak pernah ditimpa sebuah masalah lalu saya membaca Al-Quran, kecuali saya mendapatkan jawaban dan solusi dari masalah tersebut." Maka sangat wajar jika seorang muslim mendambakan hikmah.Karena selain sangat istimewa,hikmah juga hanya Allah berikan kepada orang-orang tertentu saja.
"Dia memberikan Al-Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi karunia yang banyak .Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran selain orang-orang yang berakal" (Al-baqoroh : 269)
GRQ FAMILY 
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz 
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100 
> BRI no 074901024530532



Wednesday, December 9, 2015

PROGRAM TASMI PERDANA 25 JUZ oleh Alumni GRQ

Bismillahirrahmanirrahim, Insyyallah pada hari jumat 11-12 Desember akan ada Agenda Tasmi Dari Alumni GRQ ( Fujiansayh Al-Hafizh : 17 tahun ), akan tasmi sebanyak 25 Juz ( Juz 1 - 25 ) dalam satu kali duduk. Minta do'a dan dukungannya - Mudah-mudahan acaranya lancar dan tentu mendapatkan keberkahan dari Allah S.W.T. Amin...
* Kami ucapkan Jazakumullahu Khairon Katsiran Kepada para donatur dan siapapun yang telah berkontribusi pada PROGRAM TAHFIZH 30 JUZ Pondok tahfizh Generasi Rabbani Qurani Mudah-mudah Allah senantiasa melipatgandakan amal shalehnya dan Allah memberikan Syurganya yang terbaik. Amin.., Yarabbal Alamin..
* Jadilah Saksi untuk menyimak Ayat-Ayat ALlah yang akan menggetarkan hati dan menyejukan jiwa. ( Terbuka Untuk Umum ) Jzk .
Salam GRQ FAMILY
***
www.grqtahfizh.com
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532


Wednesday, November 11, 2015

PENERIMAAN SANTRI BARU PERIODE 2016-2017



Pondok Tahfizh GRQ (GENERASI ROBBANI QURANI)Merima santri baru Tahfizh 30 juz (ikhwan & akhwat)(peserta terbatas)Syarat2 santri mukim:
1. usia 17 - 23 thn
2.siap mujahadah menyelesaikan 30 juz.max 2 thn
3. Siap totalitas menghampal (tdk sambil kuliah/kerja) sampai selesai 30 juz
4 izin ortu(di antar ortu/surat penyerahan dr orang santri ke GRQ
5. siap mengikuti peraturan yg berrlaku d GRQ
6. Tidak mengidap sakit berat yg disertai Keterangan dokter
7. Siap pengabdian
6. bulan jiika diperlukan
8. foto copy ktp & KK
9. Photo 3X4 (bentuk file)
10. Ijazah asli
terakhirPendaptaran :
1 November s/d 25 Desember 2015 ,
melalui :
> WA    : +6289678629405, 
> SMS  : 085603188957
> BB     : 7D6E1B53 / 280BC769
ketik: daftar#nama#L/P#ttl#pddkn terakhir#alamat#hp/tlp#nama ayah#pekerjaan
Seleksi santri tgl 26 s/d 31 Des 2015. Materi test:
>tahsin dan tahfizh.>Wawancarabagi yg berdomisili di luar Bandung bisa melalui WA atau tlp 085794975316
Sekretariat villa bdg indah B5-7Cileunyi kab bdg

TAUKAH ANDA MANFAAT MEMBACA ALQUR'AN SAAT MAGHRIB DAN SUBUH ??

Reportaseterkini.com - Tahukah Anda ? Ternyata Membaca Al-Qur'an Setelah Maghrib & Subuh Itu Manfaatnya Luar Biasa , Menurut hasil penelitian, ternyata membaca Al-Qur’an setelah waktu sholat Maghrib dan Subuh itu dapat : "Meningkatkan Kecerdasan Otak sampai 80 %. "
Hal ini karena disana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari.
Disamping itu, ada tiga aktivitas sekaligus, yakni membaca, melihat dan mendengar.
Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang itu kuat ingatan atau hafalannya, diantaranya:
1. Menyedikitkan makan
2. Membiasakan melaksanakan ibadah shalat malam
3. Dan membaca Al-Qur’an sambil melihat kepada mushaf
Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat manusia, dan juga memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca dengan Kitab Suci Al-Qur’an.
Selain itu, membaca Al-Qur’an juga mendatangkan pahala dari Allah SWT.
Dokter ahli jiwa, Dr. Al Qadhi melalui penelitiannya yang panjang dan serius di Klinik Besar Florida Amerika Serikat (AS) berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, maka seorang Muslim itu, baik mereka yang bisa berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan sebagai berikut:
1. Fisiologis yang sangat besar terhadap
penurunan depresi dan penurunan kesedihan
2. Memperoleh ketenangan jiwa
3. Menangkal berbagai macam penyakit merupakan pengaruh umum yg dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.
Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bahwa membaca Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97 % dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984 disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97 % bagi mereka yang mendengarkannya. Masya Allah…


Tuesday, October 20, 2015

HAFLAH

Assalamu 'alaikum Alhamdulillah dgn memohon rahmat ALLOH SWT,
In sya~alloh pd hari Rabu tgl 21 okt 2015 santri GRQ(Generasi Rabbani Qurani) bernama Rihma Khoridatul Millah, 14 thn, asal Kab.Bandung khotam menghapal quran 30 Juz.
Kami mengundang Bpk/Ibu dlm acr : "HAFLAH KHATAM TAHFIZH 30 JUZ SANTRI GRQ"
Acr tersebut diselenggarakan pd:
Hari Rabu, tgl 21 oktober 2015
pukul 09.30 s/d 12.00 WIB
Tempat: Mesjid An Nur komplek Vila Bandung indah, cileunyi-Bdg
Demikian undangan kami sampaikan, kehadiran Bpk/ibu merupakan suatu kehormatan bagi kami. Trim's atas sgl perhatiannya.WassalaamPembina GRQ-Jafar Sidiq Mohon Konfirmasi kehadiran!Jzklh khoirol jazaa
www.grqtahfizh.com
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100
> BRI no 074901024530532


Friday, October 16, 2015

Campany Profil GRQ



Tuesday, October 13, 2015

10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP MENYENANGKAN


1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan, satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya 20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan dengan jumlah pengulangan Anda.
2. Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah Anda menghafal untuk mencari kebaikan.
3. Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut 70 syuhada dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua. Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang sebenarnya di akhirat?
4. Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu. Terseyumlah.
5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama durasinya, semakin bersih.
6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak hafal-hafal.
7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada kifarat lain kecuali itu.
8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai. Ini yan10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP MENYENANGKANg disebut: Dikengenin ayat.
9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin sholeh.
10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas lahirkan mujahadah yang hebat.
Deden Muhammad Makhyaruddin
@DedenMM 

Monday, September 28, 2015

Khatam Santri Ke 13


                          Assalamu 'alaikum

Alhamdulillah dgn pertolongan ALLOH SWT, pada Sabtu, 26 September 2015 Nurul hidayah (23thn) asal Indramayu telah Khotam Menghapal Quran 30 Juz (santri ke 13 yang KHOTAM dalam PROGRAM TAHFIZH BEASISWA 30 JUZ ).

Semoga menjadi hafizhoh, da'iah. mujahidah menambah keberkahan pada dirinya keluarga, umat, bangsa dan dakwah. 
Kami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para donatur & siapapun yang berkontribusi untuk PROGRAM TAHFIZH QURAN BEASISWA ini.
Semoga rizki terbaik yang Bpk/ ibu infakkan untuk MENCETAK AHLI QURAN diganti oleh ALLOH dengan yg lebih baik. menjadi amal jariah yg terus mengalir, diberkahi kehidupannya, diangkat derajatnya, disucikan jiwanya. dimudahkan urusannya.
YA ALLOH jadikan kami dan keluarga kami sebagai AHLI QURAN...aamiin!
Salam GRQ FAMILY 
*** 
Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juz
a.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani
> bjb no 0033642393100 
> BRI no 074901024530532

Monday, September 21, 2015

Republik Cahaya, Inspirasi Santri Baru GRQ


          
Awal bulan ini,pesantren Quran GRQ Bandung kedatangan santri spesial.Bahkan unik.Kita sebut demikian karena santri baru ini adalah alumnus (S2) universitas Georg-August Göttingen,Jerman.Sebelumnya dia adalah seorang dosen di almamaternya,Universitas Pajajaran.Dan bulan Oktober ini dia akan mengikuti wisuda S2 kampus IPB Bogor.Namanya Irfan Rahadian Sudiyana dan usianya masih relatif muda,25 tahun.Dia juga pernah mendapat penghargaan dari gubernur Jawa Barat karena prestasinya dalam mengelola perusahaan kopi luwak milik orang tuanya.Jenis kopi "kelas atas" ini diberi nama Kopi Luwak Manglayang.
Kepada kami,Irfan bercerita kenapa dia memutuskan untuk menjadi santri tahfizh.Ramadan kemarin,dia mengikuti kegiatan i'tikaf sepuluh hari terakhir di masjid an-Nur Bio Farma Bandung. Dalam kesempatan itu dia bertemu dengan ustadz Ja'far Shiddiq al-Hafizh (Pengasuh pesantren GRQ) yang juga menjadi Imam qiyamullail di masjid An-nur.Suatu ketika,ustadz Ja'far menjelaskan kepada para jamaah tentang pesantren GRQ yang diasuhnya.Dari situlah Irfan menjadi kenal dengan pesantren Qur'an GRQ. Keinginannya untuk belajar dan lebih dekat dengan Alqur'an juga semakin kuat.Logikanya berkata ; "Jika ilmu pertanian saja saya mempelajarinya sampai ke Jerman.Kenapa kitab yang menjadi pedoman hidup saya, justru saya belum mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.Bahkan membacanya pun masih belum lancar!".Keputusan untuk menjadi santri secara utuh pun diambil dengan segala konsekuensinya.Dia memilih pesantren qur'an GRQ karena tertarik dengan program-program pesantren tersebut.Seperti tahajjud satu juz setiap hari,dhuha setengah juz setiap hari dll.Rencananya,dia ingin di pesantren dan menghafal Alquran selama satu tahun untuk kemudian melanjutkan S3 di Jerman.
Irfan juga bercerita tentang masa lalu dan proses hijrah yang dilaluinya.Ketika masih menjadi mahasiswa S1 di Unpad, kondisinya adalah seperti remaja pada umumnya.Kemudian setelah melanjutkan S2 di IPB (sebelum ke Jerman) dia mulai aktif mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan di kampus.Perubahan pandangan dan karakter menjadi keniscayaan sebagai buah dari mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.Dia merasa bahwa sebagai muslim,ternyata masih banyak kewajiban-kewajiban yang dengan sengaja dia abaikan.Pernah suatu ketika saat i'tikaf di masjid,air matanya bercucuran karena mengingat dosa dan masa lalunya.
Tentu saja,kedatangan Irfan telah menjadi keberkahan buat seluruh civitas academika pesantren qura'n GRQ.Bukan hanya karena mereka bisa belajar bahasa Jerman secara gratis.Tapi lebih dari itu,kedatangan Irfan juga menjadi motivasi tambahan buat kami,agar lebih mencintai Allah,lebih mencintai Islam dan lebih mencintai Alqur'an.
Irfan juga mengingatkan kami akan model generasi baru yang saat ini hadir di tengah-tengah kita.Generasi muda yang (kembali) mencintai Alquran dan Islam.Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana ribuan mahasiswa ITS mengikuti gerakan sholat shubuh berjamaah rutin yang digagas oleh rektor.Begitu juga para mahasiswa baru ITB yang membuat masjid Salman tidak cukup untuk menampung mereka saat sholat Dzuhur berjamaah berlangsung.Menjelang peringatan HUT proklamasi (01-08/08/2015),perwakilan dari 167 universitas berkumpul di UI untuk mengikuti MTQ Mahasiswa Nasional XIV.Untuk pertama kalinya,hafalan (tahfizh) quran 10 juz menjadi salah satu jenis perlombaan dalam acara dua tahunan tersebut.Tidak berselang lama setelah itu (30/8/2015),puluhan ribu member komunitas One day one juz (Odoj) juga berkumpul di masjid Istiqlal.Komunitas yang memiliki ratusan ribu anggota aktif ini berkumpul untuk memperingati HUT proklamasi kemerdekaan yang ke 70.Ya.Semangat untuk kembali kepada Islam dan Alquran tidak hanya terjadi di pesantren dan di kampung-kampung,tapi juga di perkotaan dan di kampus-kampus negri.Di saat yang sama,sekolah-sekolah Islam kembali menjadi pilihan dan tempat-tempat tahfizh bermunculan seperti jamur di musim hujan.
Sosok Irfan juga mengingatkan kami tentang apa yang pernah ditegaskan oleh Federica Mogherini.Pada sebuah seminar di Brussels, Belgia,(24/6/2015) yang dihadiri oleh politisi, akademisi, tokoh agama, dan para pemimpin masyarakat sipil Eropa,pejabat tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan ini mengatakan bahwa "Islam adalah Eropa dan Eropa adalah Islam".Irfan telah menjadi narasumber kami dalam menjelaskan perkembangan Islam di benua biru tersebut.Persis seperti yang dirasakan oleh Mogherini,Irfan juga merasakan bahwa Islam dan umat Islam telah memberi pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat Eropa saat ini.Imam Besar Katolik Ortodoks dari Rusia,Dmitri Smirnov, bahkan berkata di depan ratusan jamaahnya bahwa masa depan Rusia adalah milik Islam dan umat Islam.Beliau juga menyatakan bahwa masa kejayaan Islam akan kembali.
Semua kenyataan ini,pada akhirnya,membawa kita pada satu kesimpulan ; bahwa apa yang selama ini disebut sebagai kebangkitan Islam adalah nyata.Kebangkitan Islam bukan hanya takdir yang tidak bisa ditolak,tapi juga sebuah keniscayaan.Karena setiap sakit memiliki obatnya,dan dunia yang murung akibat kegelapan pasti membutuhkan cahaya.Kebangkitan Islam akan terjadi karena semakin banyak manusia yang sadar, bahwa cahaya yang mereka harapkan untuk keluar dari kegelapan hanyalah Alqur'an.Dan memang begitu seharusnya.Untuk itulah dalam Alqur'an,cahaya selalu diungkapkan dengan lafadz "an-Nur ( النور)",yang artinya satu cahaya atau cahaya yang satu.Dalam Alquran kita tidak pernah bertemu dengan kata "al-Anwar ( الانوار) yang artinya banyak cahaya,atau "an-Nuroin (النورين)" yang berarti dua cahaya.Meski dalam mengungkapkan kegelapan Alquran sering memakai redaksi "Adz-dzulumaat (الظلمات)" yang berarti kegelapan yang banyak,Alquran hanya menggunakan bentuk mufrod (tunggal) dalam menyebut cahaya.Dengan ini Alquran ingin memberikan pesan yang tegas nan jelas,bahwa untuk keluar dari berbagai macam kegelapan,manusia hanya membutuhkan satu cahaya.Apakah itu kegelapan ideologi,kegelapan sekulerisme,hedonisme,kapitalisme atau kegelapan kejahatan dan korupsi.Untuk keluar dari semua jenis kegelapan ini manusia hanya butuh satu cahaya.Dan cahaya itu adalah Alqur'an.
Sebagai negara muslim terbesar Indonesia memiliki peran sekaligus tanggung jawab untuk merealisasikan mega proyek kebangkitan Islam ini.Dengan SDM dan SDA yang kita miliki,sudah sepantasnya kita memiliki keyakinan bahwa Indonesia akan menjadi kiblat baru peradaban dunia.Sudah saatnya Indonesia dan Islam mewarnai dunia tentang arah perdamaian dan persahabatan global.Untuk itulah akan ada suatu masa dimana presiden Indonesia menyampaikan pidato penting di markas PBB hingga membuat mata seluruh dunia terbelalak.Mereka pun berteriak ; "Inilah cahaya untuk keluar dari kegelapan dan ketidakadilan di dunia selama ini".
Inilah narasi kita,dan pemuda-pemuda seperti Irfan membuat kita yakin akan hal itu.Maka jika masih ada yang bertanya ; bisakah itu terjadi ?? Kami menjawab ; BISA.Inilah jawaban kami.Mana jawabanmu??!

Tuesday, August 25, 2015

KEUTAMAAN MENGHAFAL AL-QURAN

Al Qur’an adalah kemuliaan yang paling tinggi. Al Quran adalah kalam Allah Swt. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan dengan penuh berkah, Al-Qur’an memberikan petunjuk manusia kepada jalan yang lurus. Tidak ada keburukan di dalamnya, oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Rasulullah SAW bersabda, ”Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Qur’an) dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)
Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Rabb-mu (Al Quran) (QS. Al Kahfi : 27)
Dan firman-Nya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al Quran)… (QS. Al Ankabut : 45)
Dan firman-Nya: Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Rabb negeri ini (Mekah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. * Dan supaya aku membacakan al-Qur’an (kepada manusia). “. (QS. an-Naml: 91-92)
Seseorang yang berpegang  teguh pada Al Qur’an, sebagai modal kekuatan pegangan dan landasan filsafat hidup maka orang itu akan mampu tegar, tidak gampang menyerah, sigap dalam menentukan sikap, dan tidak akan mudah diombang-ambingkan oleh ketidakpastian situasi, tidak mudah terpengaruh oleh prinsip hidup lain, hal itu karena prinsip dalam kepribadiannya sudah mantap dan semua itu akan tercermin dalam sikapnya dalam menyelesaikan persoalan hidup
Alangkah indahnya hidup kita, bila kita tidak hanya sekedar bisa membaca Al Quran, tetapi juga menghafalnya dan mengamalkannya. Banyak hadits Rasulullah Saw yang mendorong untuk menghafal Al Qur’an atau membacanya di luar kepala, sehingga hati seorang individu muslim tidak kosong dari sesuatu bagian dari kitab Allah Swt.  Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh (HR. Tirmidzi)
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda:  “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan”  (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)
Berikut adalah Fadhail Hifzhul Qur’an (Keutamaan menghafal Qur’an) :
  1. Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi penghafal .Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim)
  2. Nabi Saw memberikan amanat pada para hafizh dengan mengangkatnya sebagai pemimpin delegasi. Dari Abu Hurairah ia berkata, “Telah mengutus Rasulullah SAW sebuah delegasi yang banyak jumlahnya, kemudian Rasul mengetes hafalan mereka, kemudian satu per satu disuruh membaca apa yang sudah dihafal, maka sampailah pada Shahabi yang paling muda usianya, beliau bertanya, “Surat apa yang kau hafal? Ia menjawab,”Aku hafal surat ini.. surat ini.. dan surat Al Baqarah.” Benarkah kamu hafal surat Al Baqarah?” Tanya Nabi lagi. Shahabi menjawab, “Benar.” Nabi bersabda, “Berangkatlah kamu dan kamulah pemimpin delegasi.” (HR. At-Turmudzi dan An-Nasa’i).
  3. Nikmat mampu menghafal Al Qur’an sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapatkan wahyu, “Barangsiapa yang membaca (hafal) Al Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian, hanya saja tidak diwahyukan padanya.” (HR. Hakim)
  4. Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Al
  5. Qur’an. Rasul mendahulukan pemakamannya. “Adalah Nabi mengumpulkan diantara orang syuhada uhud, kemudian beliau bersabda, :Manakah diantara keduanya yang lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk kepada salah satunya, maka beliu mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
  6. Hafizh Qur’an adalah keluarga Allah yang berada di atas bumi. “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
  7. Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaiakan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (HR. Al-Hakim)
  8. “Dan perumpamaan orang yang membaca Al Qur’an sedangkan ia hafal ayat-ayatnya bersama para malaikat yang mulia dan taat.” (Muttafaqun alaih)
  9. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib Al Qur’an, “Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau dulu mentartilkan Al Qur’an di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)
  10. Kepada hafizh Al Qur’an, Rasul SAW menetapkan berhak menjadi imam shalat berjama’ah. Rasulullah SAW bersabda, “Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
  11. “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu hasanah, dan hasanah itu akan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif itu satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf.”  (HR. At Turmudzi).
  12. Bahkan Allah membolehkan seseorang memiliki rasa iri terhadap para ahlul Qur’an, “Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ‘Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat'” (HR. Bukhari)
Begitu banyak keutamaan menghafal Al Quran, tapi karena kesibukan dunia dan segala pesonanya yang menggoda, membuat kita jadi malas melakukannya, karena itu mulai sekarang, sebaiknya kita mulai meluangkan waktu untuk mulai kembali menghafal Al Quran (termasuk diri saya).

Tuesday, August 11, 2015

Menekan Faktor Penghambat Anak Menghafal Al-Qur’an

         

   Menjadi penghafal Al-Qur’an memiliki keistimewaan dan kebanggaan tersendiri. Betapa tidak, Allah melimpahkan banyak kebaikan dan keutamaan kepada para penghafal Al-Qur’an. Ini mengingat, seorang penghafal Al-Qur’an menjadi sebuah sarana di dunia untuk menjaga kitab suci-Nya.
Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah yang akan menjaganya” (Qs Al-Hijr 9).
Namun alangkah lebih baiknya jika Al-Qur’an dihafal sejak usia dini. Karena pada masa itu otak mereka masih bersih, sehingga bagai mengukir di atas batu. Al-Qur’an bisa membuat otak anak menjadi lebih cerdas. Selain itu, seorang anak yang menghafal Al-Qur’an bisa menjadi sarana bagi orangtua mendapatkan keutamaan dari Allah. Dan tentunya, orangtua, pendidik, dan pengajar memiliki peran besar dalam mendidik anak agar mau mencintai dan menghafal Al-Qur’an.
…Selain menerapkan metode penghafalan Al-Qur’an, orangtua dan pendidik harus memahami faktor penghambat kecintaan anak terhadap Al-Qur’an…
Selain menerapkan metode penghafalan Al-Qur’an yang sesuai dengan anak-anak, para orangtua dan pendidik pun harus menyadari berbagai faktor penghambat kecintaan anak terhadap Al-Qur’an. Dalam bukunya Kaifa Nuhabbib Al-Qur’an li Abna`ina, DR. Sa’ad Riyadh menuliskan beberapa penghambat tersebut di antaranya:
1. Ketidaktahuan karakteristik pertumbuhan anak
Ketidaktahuan karakteristik pertumbuhan anak, sehingga guru atau orangtua memperlakukan anak didiknya tanpa mengetahui kondisi yang dihadapi anak. Jelas hal demikian akan memicu terjadinya kesalahan.
2. Miskin metode dan sarana pengajaran
Miskin metode dan sarana pengajaran, atau guru bersikukuh menerapkan metode pengajaran yang menyebabkan kebosanan dalam diri anak. Hal ini menyebabkan anak tidak konsisten dalam mencintai Al-Qur’an.
3. Polusi wawasan dan informasi
Polusi wawasan dan informasi yang ada di sekitar anak dapat menyibukkan hati dan daya ingat anak dengan hal-hal yang diyakininya sebagai suatu kemajuan dan modernitas. Misalnya adalah nyanyian-nyanyian dan tayangan-tayangan sinetron yang tidak mendidik. Semua hal tersebut dapat memalingkan anak dari mencintai dan menghafal Al-Qur’an.
…Polusi wawasan dan informasi yang ada di sekitar anak dapat menyibukkan daya ingat, lalu memalingkan anak dari mencintai dan menghafal Al-Qur’an…
4. Pemahaman dan paradigma guru yang keliru
Pemahaman dan paradigma keliru yang terdapat pada diri guru. Misalnya guru melakukan pemaksaan dalam mengajar, atau memberlakukan pemaksaan dalam mengajar, atau menerapkan hukuman yang keras, atau mengusik harga diri anak ketika memberikan pengarahan dan perintah. Hal-hal tadi menyebabkan anak terhalang dari kecintaan kepada Al-Qur’an.
5. Sahabat yang buruk
Secara umum, sahabat yang buruk juga menjadi faktor penyebab kegagalan anak dan menjadi penyebab negatif hubungan anak dengan Al-Qur’an. Teman yang buruk juga menjadi penyebab utama yang meruntuhkan bangunan pendidikan yang sebelumnya telah dirintis oleh orang tua atau pendidik.
6. Tidak konsisten dalam memberikan perintah dan arahan.
Hal ini akan menyebabkan reaksi negatif pada diri anak serta berpengaruh terhadap hubungan cinta antara anak dan orangtua. Dan pada gilirannya akan menyebabkan hubungan yang tidak baik antara anak dan Al-Qur’an. Contoh dari inkonsistensi pendidikan adalah ketika sang ayah bertindak disiplin dalam mengajarkan Al-Qur’an, sementara si ibu terlalu memanjakan anak, atau sebaliknya. Atau bisa juga pada satu waktu orangtua atau pendidik intens memantau perkembangan anak, namun pada di waktu lainnya mereka sepertinya tidak memberikan perhatian kepada sang anak.
Demikianlah, semoga ke depannya kita bisa lebih mumpuni dalam mendidik anak untuk menghafal Al-Qur’an. Karena salah satu amanah yang harus ditunaikan orangtua adalah menjadikan anak-anak agar mencintai dan dekat dengan Al-Qur’an; memahami serta menghafalnya. Hal ini menjadi investasi besar yang ditanamkan para orangtua untuk kelak mendapatkan keutamaan serta pahala dari Allah SWT. Karena balasan Allah SWT di akhirat tidak hanya bagi para penghafal dan Al-Quran saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya, dan ia dapat memberikan sebagian cahaya itu kepadanya dengan berkah Al-Qur’an.
Dari Buraidah dia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikanlah mahkota dari cahaya pada Hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” dijawab: “Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al-Qur’an” (Hadits riwayat Al-Hakim dan dia menilainya shahih berdasarkan syarat Muslim [1/568], dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya [21872] dan Ad-Darimi dalam Sunan-nya [3257]).
Kedua orangtua mendapatkan kemuliaan dari Allah, karena keduanya berjasa mengarahkan anaknya untuk menghafal dan mempelajari Al-Quran sejak kecil. Dan dalam hadits di atas juga terdapat dorongan bagi para ayah dan ibu untuk mengarahkan anak-anaknya menghafal Al-Qur’an sejak din

Mengharumkan GRQ Lewat Prestasi

Masih ingatkah kita dengan santri yang memiliki julukan Ipin-upin yang khatam di bulan maret, ya... Alhamdulilah pada tanggal 3 Agustus 2015 salah satu diantara mereka yakni Ipin ( Fujiansyah 17 Tahun ) telah mengharumkan Pondok Tahfizh generasi rabbani qurani lewat prestasinya dengan mengikuti Hifdzul Quran  Golongan 20 Juz Se - Kabupaten Kubu Raya Kalimantan, "prestasi tersebut tiada lain hasil dari mujahadahnya bersama Al-quran, dan tentunya doa dari Guru besar pondok tahfizh generasi rabbani qurani yakni Ust. Jafar Sidiq S.Pd.I Al-Hafizh yang senantiasa membimbingnya, mengarahkannya saat berada di pondok". tutur fujiansyah.
Satu kebanggaan tersendiri bagi pondok Tahfizh beasiswa 30 Juz Generasi Rabbani qurani dapat melahirkan hafizh quran yang memiliki prestasi  saat santri tersebut kembali ke daerahnya masing-masing dengan terus mengasah Hapalannya melalui Event-Event Al-Quran.
Mutqin ( Hafalannya Kuat  ) adalah tujuan dari Fujiansyah dalam waktu dekat ini, dan mudah-mudahan harapan tersebut dapat tercapai. Aminnnn...

GRQ Melahirkan Hafizh Quran yang ke 10 dan ke 11

             Assalamu 'alaikum Alhamdulillah dengan pertolongan ALLOH SWT, pada Selasa 28 juli 2015 M Rais adli (16thn) asal Banjarmasin dan Ihwan Suparman (17 thn) asal Kab.Bandung telah Khotam Menghapal Quran 30 Juz dlm 1thn .(santri ke 10 & 11 yang KHOTAM dalam PROGRAM TAHFIZH BEASISWA 30 JUZ )Semoga menjadi hafizh, da'i. mujahid menambah keberkahan pada dirinya keluarga, umat dan dakwahKami ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada para donatur & siapapun yang berkontribusi untuk PROGRAM TAHFIZH QURAN BEASISWA ini, Semoga rizki terbaik yang Bpk/ ibu infakkan untuk MENCETAK AHLI QURAN diganti oleh ALLOH dengan yang lebih baik. smg menjadi amal jariah yang terus mengalir, memberkahi kehidupannya, mengangkat derajatnya, mensucikan jiwanya. YA ALLOH jadikan kami dan keluarga kami sebagai AHLI QURAN...aamiin!Donasi TAHFIZH BEASISWA 30 Juza.n Yayasan Generasi Rabbani Qurani> bjb no 0033642393100 > BRI no 074901024530532 

DOKUMENTASI HAFLAH KE 6 
PONDOK TAHFIZH GENERASI RABBANI QURANI



 Samping pojok kanan ( M Rais Adli ) dan samping kirinya Ikhwan Suparman, sedang menyetorkan hafalan terakhirnya di tengah-tengah santri, musrif dan orang tuannya dalam haflah ke 6 Pondok tahfizh Generasi Rabbani Qurani. 

POJOK KANAN 
Nama : M Rais Adli 
Usia : 16 Tahun
Khatam : 12 Bulan

  SAMPING  KANAN KE DUA
Nama  : Ikhwan Suparman 
Usia : 17 Tahun
Khatam : 12 Bulan  



SEKERTARIAT : Komplek Villa Bandung Indah B5-7 Cileunyi Bandung 
Tlp : 022-87828048 Hp : 082126976323

 

Sunday, May 24, 2015

4 Kiat Sukses Menghafal Al-Qur'an

Ada faedah berharga yang baru saja kami peroleh di pagi ini yang berisi kalam-kalam ulama mengenai kiat sukses menghafalkan Al Qur’an.
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata,
نحن نحفظ في اليوم خمس آيات و لا نجاوزهن حتي نعلم تفسيرهن فسيأتي أقوام  يحفظون القرآن كله لا يعملون به يقيمون حروفه و لا يقيمون حدوده
“Kami menghafalkan Al Qur’an dalam sehari sebanyak lima ayat dan kami tidaklah menambah lebih dari itu sampai kami menguasai tafsir ayat-ayat tersebut. Sungguh akan datang kaum di mana mereka menghafalkan Al Qur’an seluruhnya, namun mereka tidak mengamalkannya. Mereka begitu mantap menguasai huruf-hurufnya, namun mereka tidak memahami aturan-aturan dalam Al Qur’an.”
Inilah di antara kiat menghafalkan Al Qur’an, kuasai pula tafsirnya. Hal ini akan membuat hafalan kita lebih mantap dan lebih khusyu’ ketika membacanya terutama dalam shalat.
Kiat utama lainnya untuk menghafal Al Qur’an sebagaimana ketika Imam Malik ditanya,
كيف نحفظ؟
“Bagaimana kita bisa menghafal Al Qur’an?”
بالتكرار
“Banyak mengulang-ngulang”, jawab beliau.
Imam Ahmad ditanya,
ما أسرع الوسيلة للحفظ
“Bagaimana cara yang paling cepat untuk menghafalkan Al Qur’an?”
الزام الحسنات و دع السيئات
Imam Ahmad menjawab, “Kiat paling cepat untuk menghafal Al Qur’an adalah rajin lakukan amalan baik dan tinggalkan maksiat.”
Ibnu Mas’ud berkata,
الحفظ علي قدر النية
“Menghafal itu tergantung kesungguhan niat seseorang.”
Ada empat kiat sederhana agar mudah menghafal Al Qur’an dari pelajaran di atas:
  1. Bulatkan niat untuk menjadi penghafal Al Qur’an dan ikhlaskan niat hanya karena Allah.
  2. Banyak mengulang
  3. Gemar beramal dan tinggalkan maksiat
  4. Kuasai tafsir setiap ayat yang telah dihafal

DOKUMENTASI TASMI 15 JUZ GRQ

Dokumentasi kegiatan Weekend qurani tanggal 9 mei 2015, Tasmi 15 Juz.
Nama : Fujiansyah Al-hafizh 
Asal : Kalimantan
Usia : 18 tahun 
Durasi Tasmi : 13 Jam, 1 kali duduk 






Monday, May 4, 2015

MOTIVASI UNTUK DAPAT ISTIQOMAH DENGAN AL QUR'AN


Sahabat yang dirahmati Allah,

Betapa nikmatnya manakala kita telah mampu istiqomah berinteraksi dengan Al Qu'ran. Nikmat membaca kalam - kalam NYA , nikmatnya merasakan seakan-akan kita berbicara dengan NYA, nikmat merasakan Al Qur'an mampu memberikan ruh dan petunjuk dalam tiap langkah kehidupan kita , nikmatnya Al Qur'an menjadi petunjuk pembeda antara yang haq dan yang batil, serta nikmat syafaat kelak bagi sesiapa yang ikhlas senantiasa membaca & bersahabat dengan AL Qur'an. (Insya Allah)

Untuk memulai langkah mencintai Al Qur'an . Berikut upaya-upaya jiwa untuk mampu senantiasa bersahabat dengan nya :

I MENDAMBAKAN AL QUR'AN SEBAGAI KENIKMATAN SEPERTI KITA MENDAMBAKAN HARTA

“Tidak boleh iri kecuali dalam dua kenikmatan: seseorang yang diberi Al-Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” (Muttafaqun ‘alaih)

Melihat orang yang hartanya berlimpah tentu membuat kitapun mendambakannya. Hal itu lumrah dan fitrah sekaligus fitnah bagi manusia. Tetapi percayalah bahwa keimanan yang baik tidak saja menjadikan manusia memimpikan kepemilikan dunia tetapi juga memimpikan dan menginginkan akhirat. Dengan iman, ketika melihat orang lain yang memiliki kelebihan dalam urusan akhiratnya - misalnya sangat baik interaksinya dengan Al-Qur’an, hafalannya banyak, rajin beribadah, serta banyak kontribusinya dalam dakwah - maka kita pun sangat mendambakannya.

Itulah ghibthah, menginginkan kenikmatan orang lain tanpa membenci dan mengharapkan hilangnya nikmat dari orang tersebut.

Berikut ini beberapa perasaan yang harus menjadi pertanyaan dan perhatian kita:

1. Adakah perasaan iri (ghibthah) dalam diri kita ketika melihat saudara kita memiliki kemampuan berinteraksi dengan Al-Qur’an yang lebih baik? Ataukah hanya iri dan menginginkan sesuatu yang terkait dengan harta yang dimiliki saudara kita, tapi untuk Al-Qur’an hati kita adem ayem saja?

Jika demikian adanya, itulah bukti lemahnya syu’ur Qur’ani (perasaan ingin membangkitkan diri dengan Al-Qur’an). Para salafush shalih selalu berkompetisi dalam hal interaksi dengan Al-Qur’an dan hal ukhrawi. Telah menjadi tabiat manusia untuk berkompetisi, dan jika tidak diarahkan maka kompetisi tersebut akan cenderung ke hal-hal duniawi seperti harta, jabatan dan lawan jenis.

2. Rasulullah Saw menjanjikan bahwa setiap orang beriman yang bersahabat akrab dengan Al-Qur’an dijamin akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an: “Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” (HR. Muslim).

Tanyakan pada diri kita masing-masing, sudahkan kita menjadi sahabat akrab Al-Qur’an? Benarkah di akhirat nanti kita berharap akan mendapat syafa’at dari Al-Qur’an? Alangkah sengsaranya kita bila di akhirat tanpa syafa’at, karena “…Tidak ada yang dapat memberi syafa’at kecuali atas seizin Allah…” (QS Al-Baqarah [2]:255)

3. Kualitas iman kita diukur dengan sejauh mana kualitas dan kuantitas interaksi kita dengan Al-Qur’an. Apakah kita masa bodoh dan tidak merasa sedih jika dalam sebulan tidak khatam Al-Qur’an? Adakah perasaan sedih jika kita tidak punya hafalan ayat-ayat Al-Qur’an? Sedihkah kita karena awam dengan kandungan dan makna Al-Qur’an? Jika belum, dikhawatirkan bahwa kitalah yang disebut Rasulullah yang menjadikan Al-Qur’an sebagai mahjuran.

Berkatalah Rasul: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qur’an itu sesuatu yang diabaikan.’ “ (QS Al-Furqan [25]:30)

4. Pernahkah kita menghitung tentang berapa banyak informasi tentang hal-hal yang bersifat duniawi yang ada di kepala kita dibandingkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an? Jika tentang Al-Qur’an lebih banyak maka bersyukurlah, jika tidak maka bertaubatlah kepada Allah Swt dan segera upayakan untuk kembali kepada Al-Qur’an agar tidak dikecam Allah Swt:

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang tentang (kehidupan) akhirat mereka lalai.”

5. Sabda Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang belajar Al-Qur’an dan mengamalkannya akan diberikan kepada orang tuanya pada hari kiamat mahkota yang cahanya lebih indah daripada cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, ‘Mengapa kami diberi ini?’ Maka dijawab, ‘Karena anakmu yang telah mempelajari Al-Qur’an’ “ (HR Abu Dawud, Ahmad dan Hakim)

Tidakkah hadits tersebut menggugah kita sebagai orang tua untuk memberi perhatian yang lebih pada anak dalam hal pendidikan Al-Qur’annya? Bagaimana mungkin seorang anak dapat mencintai Allah Swt kalau tidak dapat menikmati shalat dengan baik?

Bagaimana mungkin dapat shalat dengan baik kalau kemampuannya dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an, khususnya hafalan, lemah dan terbatas? Jangan sampai kita hanya kecewa bila anak tak mampu berbahasa Inggris atau menggunakan komputer tetapi santai saja dengan keterbatasannya dengan Al-Qur’an.

Isi Al-Qur’an sesungguhnya menjelaskan bagaimana semua urusan dunia itu bisa mengantarkan manusia kepada suksesnya urusan akhirat. Kita, memang tidak ingin menjadi orang yang dekat dengan Al-Qur’an hanya secara huruf-hurufnya saja tetapi jauh dari dari ruh Al-Qur’an itu sendiri, Insya Allah

II. MERAYU ( MEMOTIVASI) DIRI/JIWA SENDIRI AGAR MENCINTAI AL QUR'AN

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku” (QS Al-Fajr [89]:27-30)

Ungkapan lembut tersebut adalah rayuan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang juga disertai ajakan yang provokatif. Bagaimana mungkin kita tidak tergiur dengan rayuan semacam itu?

Kita bisa bekerja dengan keras saat jiwa kita sedang asyik dengan Al-Qur’an. Tetapi di saat yang lain, kita mungkin mengalami kondisi keengganan yang besar, jangankan disuruh menghafal, sekedar melihat mushaf pun sangat tidak siap. Untuk kondisi seperti itu, kita perlu merayu diri sendiri, merenungi kehidupan diri kita sendiri sambil mencari bahasa apa yang dapat membangkitkan energi kita untuk kembali bekerja: meraih cita-cita hidup bersama Al-Qur’an.

Berbagai permasalahan umum pada diri kita saat berinteraksi dengan Al-Qur’an antara lain:

1. Kita sadar sepenuhnya bahwa tilawah setiap hari adalah keharusan, tetapi jiwa kita belum siap untuk komitmen secara rutin sehingga dalam sebulan, begitu banyak hari-hari yang terlewatkan tanpa tilawah Al-Qur’an.

2. Kita paham bahwa menghafal Al-Qur’an adalah kemuliaan yang besar manfaatnya, tetapi jiwa kita belum siap untuk meraihnya dengan mujahadah.

3. Kita sadar bahwa masih banyak ayat yang belum kita pahami, namun jiwa kita tidak siap untuk melakukan berbagai langkah standar minimal untuk dapat memahami isi Al-Qur’an.

4. Kita sadar bahwa mengajarkan Al-Qur’an sangat besar fadhillahnya, tetapi karena minimnya apresiasi dan penghargaan ummat terhadap para pengajar Al-Qur’an maka sangat sedikit yang siap menjadi pengajar Al-Qur’an.

5. Kita paham bahwa shalat yang baik - khususnya shalat malam - adalah shalat yang panjang dan sebenarnya kita mampu membaca sekian banyak ayat, namun jiwa kita kadang tidak tertarik terhadap besarnya fadhillah membaca Al-Qur’an di dalam shalat.

6. Kita sadar bahwa dakwah dijamin oleh nash Al-Qur’an dan Allah Swt akan memberikan kemenangan, namun jiwa kita tidak sabar dengan prosesnya yang panjang sehingga cenderung meninggalkan atau lari dari medan dakwah.

7. Kita paham betul bahwa banyak keutamaan di dunia dan akhirat bagi manusia yang berinteraksi dengan Al-Qur’an, tetapi fadhillah tersebut hanya menjadi pengetahuan, tidak mampu menghasilkan energi yang besar untuk beristiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

8. Kita paham dengan sangat jelas bahwa semua tokoh Islam di atas bumi ini adalah orang-orang yang telah berhasil dengan ilmu Al-Qur’an dan merekapun menguasai kehidupan dunia, namun jiwa kita enggan mempersiapkan generasi mendatang yang hidupnya berada di bawah naungan Al-Qur’an.

Jangan pernah berhenti untuk merayu diri agar segera bangkit. Tanyakanlah pada diri kita:

1. Wahai diri, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Mengaku cinta kepada Allah Swt tetapi tidak merasa senang berinteraksi dengan Kalam-Nya. Bukankah ketika manusia cinta dengan manusia lain, ia menjadi senang membaca suratnya bahkan berulang-ulang? Mengapa kamu begitu berat dan enggan untuk hidup dengan wahyu Allah Swt?

Adakah jaminan bahwa kamu mendapat pahala gratis tanpa beramal shalih? Dengan apa lagi kamu mampu meraih pahala Allah Swt? Infak cuma sedikit, jihad belum siap, kalau tidak dengan Al-Qur’an, dengan apa lagi?

2. Wahai jiwaku, siapa yang menjamin keamanan dirimu saat gentingnya suasana akhirat? Padahal Rasulullah Saw menjamin bahwa Allah Swt akan memberikan keamanan bagi manusia yang rajin berinteraksi dengan Al-Qur’an, mulai dari sakaratul maut hingga saat melewati shirat.

3. Wahai jiwaku, tidakkah kamu malu kepada Allah Swt? Dengan nikmat-Nya yang demikian banyak, yang diminta maupun tidak, tidakkah kamu bersyukur kepada-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an?

4. Wahai jiwaku, sadarkah kamu ketika Allah Swt dan Rasulnya mengajak dirimu memperbanyak hidup bersama Al-Qur’an? Untuk siapakah manfaat amal tersebut? Apakah kamu mengira bahwa dengan banyak membaca Al-Qur’an maka kemuliaan Allah dan Rasul-Nya menjadi bertambah? Dan sebaliknya, jika kamu tidak membaca Al-Qur’an, kemuliaan itu berkurang? Sekali-kali tidak. Semua yang kita baca dan lakukan, kitalah yang paling banyak mendapatkan manfaatnya.

5. Wahai jiwa, tidakkah kamu merasa khawatir dengan dirimu sendiri? Selama ini hidup tanpa al-Qur’an, jatah usia makin sedikit, tabungan amal shalih masih sedikit, jaminan masuk surga tak ada di tangan. Sampai saat ini belum mampu tilawah rutin satu juz per hari, jangan-jangan Al-Qur’anlah yang tidak mau bersama dirimu karena begitu kotornya dirimu sehingga Al-Qur’an selalu menjauh dari dirimu.

6. Wahai jiwa, tidakkah engkau tergiur untuk mengikuti kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabat serta tabiin yang menjadi kenangan sejarah sepanjang zaman dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an? Jika hari ini kamu masih enggan berinteraksi dengan Al-Qur’an apa yang akan dikenang oleh generasi yang akan datang tentang dirimu?

Ungkapan di atas adalah perenungan bagi setiap jiwa, agar hidup kita tidak berlalu begitu saja tanpa makna...

“….Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-nya kepadamu supaya kamu berpikir. Tentang dunia dan akhirat…” (QS Al-Baqarah [2]: 219-220)

Sunday, May 3, 2015

Agenda Tasmi 10 juz pada weekend qurani

Dalam kegiatan weekend qurani di akhir bulan april ada perubahan program tasmi, yang awalnya santri harus mentasmikan hafalannya sebanyak 5 juz, pada minggu ini meningkat menjadi 10 juz.
adapun yang mentasmikan hafalannya pada minggu ini adalah :
 
Ikhwan
Nama : Nurwahid Alfan Al-hafizh
Akhwat : Dina
jumlah hafalan : 15 juz



Tiga Kunci Sukses, Sebuah Inspirasi Dari Al Qur'an

Mei 03, 2015 Inspiring Qur'an Surah Faathir:29

Al Qur'an adalah lautan ide. Samudra inspirasi. menggali energi Al Qur'an. Disanalah Power of Winner terus menyala. Al Qur'an adalah lautan Ilmu yang tidak pernah kering. Sudahkah kita tundukkan hati untuk menggali inspirasi kemenangan dalam membangun kebahagiaan dunia dan akhirat?

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab (Al Qur'an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rejeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi. (QS.35:29)

Al Qur'an memberikan 3 kunci sukses tanpa batas. Tiga kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Ayat itu menggambarkan kepada kita betapa Maha Rahman dan Rahim-Nya Allah pada manusia. Hingga Allah memberikan 3 rahasia sukses serba guna. Pada bidang apapun pekerjaan anda, jika menggunakan 3 prinsip ini maka sukses pasti dapat anda raih. Sudah menjadi garansi Allah, Man Jadda Wa jada. Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti dia akan berhasil.

Kunci sukses pertama.
Inspirasi QS.35:29 yang pertama yaitu, Yatslunal kitabullah. membaca Kitab. membaca buku. Uraian ini bukanlah tafsir, tapi mengambil inspirasi ayat Al Qur'an.

Sukses itu ada ilmunya. Kata Nabi, Jika ingin sukses di dunia milikilah ilmunya, jiia ingin sukses di akhirat juga punya ilmu. Jika anda ingin sukses dunia dan akhirat, juga ada ilmunya. mencari ilmu itu penting. Dan Gudangnya ilmu adalah buku. Hampir semua ilmu ada bukunya berikut derivatifnya. Kuncinya adalah membaca. Jadi jika ingin mengambil ilmu dari gudang ilmu maka anda harus membaca. Ayat Al Qur'an yang pertama kali turun adalah IQRO'. Bacalah. Jika ingin sukses anda harus banyak membaca. Semua orang sukses adalah mereka yang gemar membaca. Koleksi bukunya banyak, bisa ratusan bahkan ribuan koleksi buku. Bagaimana dengan anda? Mereka punya perpustakaan pribadi. Anda bagaimana? Milikilah buku jika ingin sukses. Rajinlah membaca. Bukan sekedar membaca buku, tapi mengambil nilai-nilai positif dari sumber bacaan. membaca berarti memasukkan hal-hal positif dalam pikiran anda. Semakin banyak hal positif yang masuk maka nilai negatif akan tersingkir dari pikiran anda. Pikiran positif menghasilkan perasaan yang positif. Jika Pikiran dan perasaan sudah positif, optimis maka sikap anda menjadi baik. Sikap yang baik mempengaruhi 95 persen kesuksesan anda.

Buku adalah sumber inspirasi, sumber motivasi. Al Qur'an adalah lautan ilmu yang tidak pernah kering. Samudera Inspirasi. Di sanalah Power of success terus menyala. Full motivation.

Kunci sukses ke dua.
Inspirasi QS.35:29 yang kedua adalah Mendirikan Sholat. Jika pada inspirasi pertama adalah membaca buku. Itu maksudnya adalah dalam rangka meningkatkan kapasitas intelektual (IQ). Maka inspirasi kedua ini adalah meningkatkan kualitas spiritual. Spiritual Qoutient (SQ).

Membaca buku dalam rangka memperlebar ruang kemungkinan sukses dalam otak anda. "Pemikiran akan melahirkan kenyataan" kata Dr Elfiky Ibrahim dalam bukunya, Terapi berpikir positif. Apa yang anda pikirkan tentang diri anda akan menjadi kenyataan pada waktu yang sama, dan kenyataan itu tidak akan berubah hingga anda mengubah pikiran anda. Kalau Mendirikan sholat (SQ) adalah untuk meningkatkan kualitas keyakinan diri untuk sukses. Keyakinan akan pertolongan Allah untuk meraih kesuksesan. Bukan sukses di dunia semata, tapi sukses dunia dan akhirat. Banyak orang yang kaya tidak pandai bersyukur, tidak sohlat. Kecerdasan spritualnya rendah. Manusia hanya merencanakan, Allah yang menentukan. Bekerja dan yakin Allah pasti akan membantu. Ini adalah prinsip sukses orang beriman. Tawakkal Ilallah. Segala persoalan ada solusi spiritualnya. "Mintalah pertolongan dengan sabar dan sholat," kata Allah. Ala bi Dzikrullah tath mainnal qulub. Sholat dan dzikir memberikan ketenangan pada jiwa. Hati yang tentram membuat pikiran jadi tenang. Kalau pikiran sudah tenang, ide-ide kreatif akan muncul dan sukses sudah pasti. Jika sukses sudah didapat, kembali bersyukur. Perbanyak dzikir, ucapkan alhamdulillah, subhanallah, dan istighfar,....Astaghfirullah.

Jika anda bersyukur, maka Allah akan membuka pintu-pintu rejeki dari segala penjuru. Derpan- belakang, atas-bawah. Harta menjadi berkah, hati kembali tentram. Bahagia sudah pasti. Di dunia sukses, akhirat mendapat Rahmat Allah. Subhanallah, Allahu Akbar.

Kunci sukses ke Tiga.
Inspirasi QS.35 yang ketiga adalah berinfak. Infak ini dalam rangka meningkatkan kepekaan sosial. Emotional quotient (EQ). Infak akan membersihkan harta, membahagiakan orang miskin. Salah satu do'a yang mustajab adalah do'a orang-orang miskin. membahagiakan mereka, kita akan mendapat do'anya. Infak juga membantu Allah. Intangsurullaha yangshurkum. Jika anda menolong Allah maka Allah akan menolong anda. Subhanallah. Janji Allah sudah pasti. Allah akan melipatgandakan harta orang-orang yang berinfak 10 kali lipat hingga 100 kali lipat. Bayangkan, jika anda berinfak 10 ribu rupiah, maka Allah mengganti harta anda menjadi 100 ribu hingga 1 juta rupiah. Wouw, luar biasa. Infak bukannya mengurangi harta, justru menambah harta. sudah banyak bukti. Infak memperkaya anda bukan membuat miskin. Tidak ada dalam sejarah orang yang dermawan akhir hidupnya miskin. Umar bin Khattab menginfakkan sebagia hartanya di jalan Allah. Apaka kemudian Umar miskin? Tidak. Umar seorang saudagar yang kaya raya. Usman bin Affan membiayai seluruh kebutuhan logistik dan kebutuhan perlengkapan lain dalam perang tabuk seorang diri. Menginfakkan seluruh keuntungan dagangnya kepada penduduk Madinah dan Usman bin affan tidak pernah miskin.Justru semakin Kaya raya. Abu bakar Ash Shidiq lebih dahsyat lagi, menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah, sehingga ketika Rasulullah bertanya, "Ya Abu bakar, apa yang anda sisakan buat keluarga anda?" "Aku tinggalkan Allah dan RasulNya untuk mereka." jawab Abu Bakar mantap. Jawaban seperti itu hanya bisa keluar dari jiwa yang kualitas spiritual quotientnya tinggi. Apakah kemudian Abu Bakar dan keluarganya jadi bangkrut dan miskin? Tidak. Mereka tetap kaya. itulah janji Allah. Barangsiapa yang menginfakkan hartanya di jalan Allah maka Allah akan menggantinya berlipat-lipat 10 sampai 100 kali lipat. Subhanallah, bagaimana dengan anda?Boleh jadi kita tidak kaya-kaya karena infak yang kita keluarkan hanya sedikit. Hanya uang receh, 100 rupiah. sehingga balasan yang didapat pun hanya sedikit 1 000 rupiah hingga 10.000 rupiah. Parahnya, sudah sedikit tidak ikhlas lagi. Trus takut miskin. Sekarang saatnya untuk mengubah paradigma kita. Jika ingin kaya, perbanyak dan perbesar infak. Sekecil apapun kebaikan yang anda lakukan pasti akan menjadi saham kebahagiaan. QS. Al Zalzalah :7. Sudah siap? Ingat ! Lakukan dengan ikhlas. Innamal a'malu binniyat, segalanya tergantung dari niat.

Dr. Napoleon Hill selama 25 tahun meneliti lebih dari 500 orang sukses di Amerika. Ia menulis dalam bukunya "Think & Growth Rich" apa yang kita pikirkan dan percaya, maka kita pasti dapat meraihnya. "Pikiran melahirkan kenyataan" kata Dr. Elfiky Ibrahim dalam bukunya Terapi Berpikir Positif